Target Unit KUR Perumahan: BRI memegang 46.230 unit atau sekitar 52,2 persen dari total target nasional (88.535 unit).
Target Plafon KUR Perumahan: BRI menyerap 24 persen dari total alokasi plafon nasional senilai Rp50 triliun.
Total Program Pembiayaan Perumahan: Dari target nasional sebesar 430.535 unit, BRI mengemban mandat sebesar 148.535 unit atau sekitar 34,5 persen dari porsi nasional.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, BRI mengandalkan skema subsidi pemerintah yang memberikan skema bunga terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” jelas Hery.
Melalui komitmen ini, BRI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan akses hunian yang layak, murah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Dari Toko Sewa Hingga Milik Pribadi, Kisah Perjalanan Pedagang Kain Asal Jombang Berkat Dukungan BRI
Cetak Rekor Sepanjang Masa, BRI Salurkan Dividen Rp52,1 Triliun untuk Negara
Efisiensi Berbuah Manis, Strategi Dana Murah BRI Tekan Biaya Dana dan Dongkrak Laba Rp15,5 Triliun
Jadi yang Terbesar di Industri Keuangan, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara pada Awal 2026
Sejajar Bank Raksasa Dunia, BRI Raih Peringkat 132 Global dalam Top 1000 World Banks 2026 Versi The Banker