SketsaNusantara.id — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di Kabupaten Jember tahun ini tampil beda dan lebih bermanfaat.
Sebanyak 11 sekolah mitra PMI Kabupaten Jember memanfaatkan momen awal masuk sekolah ini untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.
Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, edukasi kebencanaan ini dikemas secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Baca Juga: Kejagung Nyatakan Telah Resmi Terima 3 Surat Perintah Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah, Apa Saja?
Metode ini merupakan kelanjutan dari program penguatan kapasitas lewat proyek "School and Community Resilience" (SCR) yang digarap PMI Kabupaten Jember berkolaborasi dengan "Japanese Red Cross Society" (JRCS) demi mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah menyajikan inovasi unik yang disesuaikan dengan karakter siswanya.
Ada sekolah yang mengenalkan materi kesiapsiagaan lewat permainan edukatif (game-based learning), serta penggunaan media visual yang menarik agar siswa baru lebih mudah memahami risiko bencana dan cara menyelamatkan diri tanpa rasa takut.
Tidak hanya guru, para "Duta Siaga Bencana" dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di masing-masing sekolah juga mengambil peran penting.
Anggota PMR menyajikan drama pertolongan pertama yang memperagakan simulasi penanganan korban darurat dengan cara yang seru.
Aksi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempromosikan PMR sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan kemanusiaan bagi siswa baru.
Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian dan kreativitas pihak sekolah yang terus melestarikan program SCR ini secara berkelanjutan.
"MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya siaga kepada peserta didik baru. Kami mengapresiasi komitmen para guru, Duta Siaga Bencana, serta PMR. Ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas dari proyek SCR mulai mengakar menjadi bagian dari budaya sekolah," ujar Imam Muslim.
Artikel Terkait
Anjasmara Minta Maaf dan Klarifikasi usai Diduga Menyinggung Kembali Hubungan Rizky Nazar dan Syifa Hadju, Suami Dian Nitami Tekankan Hal Ini
Wali Kota Blitar: Jadi Penghubung Efektif Masyarakat, LKK Wajib Pahami Arah Kebijakan Pemerintah
Penanganan Cepat Pemkab Jember Terkait Insiden Dugaan Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis
Anthony Xie Kenang Sosok Ayah Audi Marissa Semasa Hidup, Sebut Pesan Terakhir Sang Mertua Sebelum Tutup Usia
Rumah Warga di Wuluhan Jember Hangus Terbakar, BPBD Terjunkan Armada untuk Padamkan Api