Ditemui di lokasi, Sumaji, warga Desa Jatirejo ini bersyukur tradisi nyadran di desanya masih dilestarikan hingga sekarang. "Kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat gotong royong serta memperkuat rasa persaudaraan di antara seluruh warga," ujarnya.
Kehadiran pemerintah kecamatan, TNI-Polri, para tokoh agama dan, tokoh masyarakat, menurutnya, menunjukkan bahwa budaya warisan leluhur masih mendapatkan perhatian dan dukungan bersama.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Ini Daftar Lengkapnya
"Kami berharap ke depan tradisi nyadran tetap dilestarikan sebagai identitas budaya desa. Sehingga generasi muda dapat mengenal dan mencintai. Kemudian, meneruskan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian serta penghormatan kepada para pendahulu yang terkandung di dalam tradisi ini," pungkasnya.
Rangkaian nyadran selanjutnya berupa seni hiburan langen bekso tayub, yang berlangsung malam ini. Sementara, pengajian akbar oleh Gus Ilham Yahya dan shalawat digelar pada Minggu, 12 Juli 2026, malam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bentuk Penghormatan Leluhur, Anggota DPRD Nganjuk Hadiri Tradisi Nyadran
Dari Sedekah Laut hingga Nyadran, Inilah Makna Petik Laut sebagai Warisan Budaya dan Pengingat Pentingnya Menjaga Laut
Kapal Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo Jelang Ritual Nyadran, Muatan Ratusan Juta Nyaris Hilang