Dalam unggahan di akun Instagram Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung juga dijelaskan kronologi lengkap mahasiswi tersebut yang sebelumnya beraktivitas normal dengan istirahat secara teratur tanpa ada keluhan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga menegaskan tidak pernah memberikan tekanan kepada mahasiswa untuk memforsir diri demi menyelesaikan tugas akhir.
"Kami memahami bahwa proses penyususnan skripsi menuntut dedikasi, fokus dan kerja ekstra. Namun, pihak kampus sama sekali tidak pernah mewajibkan mahasiswa untuk lembur hingga mengorbankan waktu istirahat," tulis pihak kampus melalui akun Instagram @febi.uinsatutulungagung.
"Oleh karena itu, mahasiswa semester akhir yang menjalani tahapan proses pembimbingan dalam penyusunan skripsi dengan tetap tenang dan terstruktur tanpa harus melakukan overwork (pemaksaan fisik) yang melampaui batas kemampuan tubuh," pesannya.
Seluruh proses penyusunan skripsi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berlangsung sesuai mekanisme akademik yang berlaku dan mahasiswa diberikan waktu mengikuti tahapan penyelesaian tugas akhir secara bertahap.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk menghormati privasi keluarga almarhum dan tidak menyebarkan spekulasi atau berita bohong di media sosial yang belum jelas kebenarannya.
"Universitas mengeluarkan rilis resmi untuk meluruskan simpang siur berita yang beredar di media sosial. Pihak kampus menekankan bahwa almarhumah merupakan mahasiswi semester akhir yang tekun dalam perjuangannya menyelesaikan skripsi," ujarnya.
"Kami menghimbau agar masyarakat menghormati privasi keluarga korban serta meminta publik agar tidak menyebarkan berita hoaks. Almarhumah meninggal dalam keadaan menuntut ilum (tholabul 'ilmi), insya Allah husnul khatimah," pungkasnya.
Peristiwa yang menimpa Sofia menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa yang sedang berada di tahap akhir perkuliahan.
Di balik semangat mengejar kelulusan, kesehatan fisik maupun mental tetap menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan. Begadang, kelelahan, atau tekanan akademik dapat memperburuk kondisi seseorang, terlebih apabila memiliki penyakit bawaan atau faktor risiko tertentu.
Karena itu, mahasiswa diimbau menyusun jadwal pengerjaan skripsi secara bertahap, mengatur waktu istirahat dengan baik, serta segera berkonsultasi kepada dosen pembimbing maupun tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan fisik atau tekanan psikologis selama menyelesaikan studi.
Perjuangan meraih gelar sarjana memang membutuhkan kerja keras, tetapi menjaganya tetap seimbang dengan kesehatan merupakan bekal penting agar proses tersebut dapat dilalui dengan aman dan tuntas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ikuti Tren, Unmuh Jember Banjir Pujian Bikin Konten 'S Line' untuk Semangati Mahasiswa Semester Akhir, Netizen: Lebih Horor dari Drakornya
5 Fakta Tewasnya Mahasiswa RI di Belanda, Diduga Meninggal saat Dampingi Pejabat hingga Hasil Otopsi
Kontroversi Lagu 'Erika' dari Himpunan Mahasiswa Tambang ITB yang Liriknya Dinilai Melecehkan Perempuan, Pihak Kampus Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi
Tegas! UI Menonaktifkan 16 Mahasiswa Hukum Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, Dilarang Berada di Lingkungan Kampus
Viral di Medsos, Wakil Rektor UNY Sebut Spanduk Kritik Mahasiswa Sampah hingga Adu Mulut soal Kebijakan SPPG
KSR PMI Unmuh Jember Gelar Donor Darah, Ajak Mahasiswa untuk Aktif dalam Aksi Kemanusiaan