Selasa, 16 Juni 2026

Purbaya Blak-blakan Ingin Tebus Harley Davidson di Lelang Aset Negara, Lalu Singgung Uang Koruptor yang Dikejar Puluhan Tahun

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 16 Juni 2026 | 13:30 WIB
Potret Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)
Potret Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)

SketsaNusantara.id - Suasana acara penyerahan hasil lelang aset negara di Jakarta mendadak mencair ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan cerita pribadinya. Di hadapan sejumlah pejabat negara, ia mengaku memiliki keinginan yang belum terwujud hingga kini.

Keinginan tersebut bukan terkait jabatan atau kebijakan ekonomi. Purbaya justru bercerita tentang impiannya memiliki motor gede Harley Davidson yang selama ini belum bisa diwujudkan karena tidak mendapat izin dari sang istri.

Pengakuan itu disampaikan saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Lelang Badan Pemulihan Aset Fair 2026 kepada Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin 15 Juni 2026. Acara tersebut juga dihadiri Jaksa Agung ST Burhanuddin dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga: Dasco Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Perry Warjiyo, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Rencana Pergantian Jabatan

Dalam kesempatan itu, Purbaya terlihat berinteraksi langsung dengan Jaksa Agung. Ia sempat menanyakan kemungkinan adanya unit Harley Davidson yang dilelang oleh negara.

“Barangnya apa Pak? Nggak ada Harley Davidson ya pak? Kalau ada Harley Davidson saya mau tebus Pak. Saya enggak punya motor tapi nggak boleh beli sama istri Pak, cuma cita-cita aja itu Pak,” ungkap Purbaya yang disambut tawa para tamu undangan.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, ketertarikan Purbaya terhadap mekanisme lelang aset negara ternyata bukan hal baru. Ia mengaku pernah menjadi peserta lelang resmi yang diselenggarakan pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Dikabarkan Mundur dari Jabatan, Menkeu: 'Malah Maju'

Menurutnya, pengalaman tersebut memberinya kesempatan memperoleh aset berupa tanah melalui jalur lelang negara. Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai pelaksanaan lelang terus disampaikan kepada masyarakat.

Purbaya bahkan mengajak pejabat lain untuk ikut memanfaatkan mekanisme lelang resmi yang dikelola pemerintah. Ia menilai proses tersebut terbuka bagi siapa saja yang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dalam keterangannya, Purbaya juga mengaku kerap memantau perkembangan harga aset yang dilelang. Ia menilai harga awal lelang sering kali terlihat menarik, tetapi pada akhirnya meningkat seiring tingginya minat peserta.

Di luar cerita ringan mengenai lelang dan Harley Davidson, Purbaya turut menyoroti hasil kerja Badan Pemulihan Aset (BPA). Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya peserta lelang yang tidak melunasi pembayaran setelah dinyatakan sebagai pemenang.

Menurut laporan yang diterimanya, terdapat tiga pemenang lelang yang gugur karena tidak menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.

Purbaya menegaskan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, uang jaminan yang telah disetorkan peserta tersebut akan menjadi milik negara. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari aturan dalam pelaksanaan lelang resmi pemerintah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X