SketsaNusantara.id - Ajang lari Yellow Run 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena catatan waktu para pelari, melainkan munculnya dugaan penipuan terkait kategori kostum terbaik yang disebut-sebut dijanjikan kepada peserta.
Sorotan publik bermula dari unggahan seorang peserta yang mengaku kecewa setelah mengikuti kompetisi lari 10 kilometer tersebut. Keluhan itu kemudian menyebar luas dan memancing beragam tanggapan dari warganet.
Yellow Run 2026 diketahui merupakan ajang lari 10K yang diinisiasi Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di kawasan GBK, Jakarta.
Perdebatan muncul setelah seorang peserta melalui akun Instagram @prettykowaas mempertanyakan tanggung jawab penyelenggara. Dalam unggahan yang dibagikan pada Senin, 8 Juni 2026, peserta itu menyinggung nasib kategori kostum terbaik yang sebelumnya diyakini menjadi bagian dari kompetisi.
"Yellow Run di mana tanggung jawabnya?" tulis peserta tersebut dalam unggahannya.
Menurut penuturannya, peserta sudah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti perlombaan. Tidak hanya berusaha menyelesaikan rute sejauh 10 kilometer, ia juga mengeluarkan usaha tambahan untuk membuat kostum yang akan dikenakan selama acara berlangsung.
Persoalan bermula ketika peserta mencoba menelusuri kembali informasi mengenai kategori kostum terbaik. Ia mengaku pernah menghubungi akun resmi Yellow Run melalui pesan langsung Instagram untuk memastikan keberadaan kategori tersebut.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, akun resmi penyelenggara disebut memberikan jawaban yang mengarah pada adanya kategori best costume. Selain itu, teman peserta tersebut juga disebut pernah menanyakan hal serupa melalui kolom komentar unggahan Yellow Run.
Peserta kemudian menjelaskan bahwa akun penyelenggara sempat memberikan balasan yang mengonfirmasi adanya kategori kostum terbaik. Namun ketika unggahan itu dicek kembali, komentar yang dimaksud sudah tidak ditemukan.
"Dan adminnya membalas komentar dengan bilang ada kategori best costume," ujarnya.
Kondisi itu membuat peserta merasa telah mendapatkan informasi yang berbeda dengan kenyataan di lapangan. Dugaan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial yang ikut mempertanyakan kejelasan kategori yang dijanjikan.
Perhatian publik semakin besar karena peserta yang mengunggah keluhan tersebut diketahui telah menyiapkan kostum khusus untuk mengikuti acara. Dalam unggahan sebelumnya, ia memperlihatkan konsep kostum yang terinspirasi dari sosok Dewi Athena dalam mitologi Yunani.
Artikel Terkait
5 Fakta OTT di Sumsel, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Muara Enim Edison hingga Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Terjaring OTT KPK, Berapa Kekayaan Bupati Muara Enim Edison? Baru Menjabat Beberapa Bulan, Hartanya Tembus Rp16 Miliar
Terungkap di Sidang Korupsi Impor Bea Cukai, KPK Ungkap Fakta Kemunculan Nama Raffi Ahmad dalam Kasus Impor Barang
Betrand Peto Kaget hingga Menangis, Respons Jujur Soal Video Viral Sarwendah Saat Live Jadi Sorotan
PSSI Tunjuk Jember Jadi Tuan Rumah Babak 32 Liga 4 Putaran Nasional, Ketua Yayasan Persid Pastikan Kesiapan Pertandingan