Selasa, 9 Juni 2026

Jelang HUT ke-499 DKI, Ini 6 Pergantian Nama Jakarta Beserta Arti di Baliknya, dari Sunda Kelapa hingga Batavia

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juni 2026 | 07:00 WIB
Monas, ikon Jakarta (kemenpar.go.id)
Monas, ikon Jakarta (kemenpar.go.id)

2. Jayakarta (1527)

Nama Sunda Kelapa berubah menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527 setelah pasukan Kesultanan Demak dan Cirebon yang dipimpin Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari wilayah pelabuhan tersebut.

Dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, kata Jayakarta berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kemenangan yang sempurna atau kemenangan yang diraih.

Karena peristiwa tersebut, tanggal 22 Juni kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Jakarta.

Baca Juga: Link Twibbon dan Pesan Inspiratif untuk Peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta 2026, Bagikan Foto Terbaik dan Paling Keren di Instagram

3. Batavia (1619)

Pada tahun 1619, VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen merebut dan menghancurkan Jayakarta.

Pemerintah kolonial Belanda kemudian mengganti nama wilayah tersebut menjadi Batavia.

Nama Batavia sendiri diambil dari Batavieren atau suku Batavi yang dianggap sebagai leluhur bangsa Belanda.

Penggantian nama ini menjadi simbol dimulainya kekuasaan kolonial Belanda di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kapan HUT Kota Bogor? Sejarah Lahirnya Kota Hujan yang Genap Berusia 544 Tahun, Salah Satu Daerah Tertua di Indonesia

4. Djakarta Tokubetsu Shi (1942)

Ketika Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, nama Batavia kembali diubah menjadi Djakarta Tokubetsu Shi.

Dalam bahasa Jepang, Tokubetsu Shi berarti kota istimewa atau kota khusus.

Perubahan nama tersebut dilakukan sebagai bagian dari penghapusan simbol-simbol kolonial Belanda selama masa pendudukan Jepang.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: jakarta.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X