2. Penyebab Gempa Filipina
Wijayanto megatakan, gempa di Filipina disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng.
Selain itu, gempa di Pantai Mindanao Filipina juga termasuk ke dalam jenis gempabumi dangkal berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme thrust fault atau pergerakan naik, yang memicu potensi tsunami di sejumlah wilayah.
3. Tsunami Kecil Melanda 3 Wilayah di Indonesia
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama mengatakan, saat ini telah tercatat tsunami di 3 wilayah berbeda di Indonesia dengan ketinggian hingga 0.19 meter.
Dikutip dari laman resmi BMKG, gempa Filipina memicu tsunami kecil di Kedi, Halmahera Barat, Maluku Utara lalu di Ulu Sia, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara serta Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
4. BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami bagi Sejumlah Wilayah RI
BMKG juga mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah di Indonesia.
Adapun wilayah dengan peringatan dini tsunami dari BMKG yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tengah.
5. Arahan BMKG
Terkait peringatan tsunami tersebut, BMKG memberikan sejumlah arahan kepada masyarakat, yakni sebagai berikut.
Pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang berada pada status ‘Awas’ agar memperhatian dan segera mengarahkan masyarakat untuk evakuasi menyeluruh
Artikel Terkait
Viral, Penumpang Kereta Api Didatangi Petugas KAI hingga Dikira Kena Blacklist karena Tiket Ilegal, Endingnya Justru Bikin Haru
Tragedi Pasutri di Medan Meninggal Dunia saat Tertidur dalam Mobil, Kenali Bahaya Beristirahat Terlalu Lama dalam Kendaraan Berhenti dengan AC Menyala
Beli 25 Liter Pertalite Pakai Jeriken, 2 Pemuda Medan Terancam Denda Rp60 Miliar dan Penjara 6 Tahun, Begini Kronologinya
Baru 15 Hari Menikah, Istri Buron Curanmor yang Tewas Ditembak Polisi Menangis: Diambil Sehat, Pulang Meninggal Dunia
Mahfud MD Ungkap Dugaan Korupsi BGN Sudah Lama Diteriakkan Publik, Pengadaan IT Rp1,2 Triliun Kini Kembali Jadi Sorotan