"Di saat pemimpin negara nggak mau rakyatnya kaya, tapi Bu Gubernur satu ini makin menyala dengan mendorong nelayan supaya makin sejahtera," komentar salah satu netizen dengan menyisipkan emoji tepuk tangan.
"Inilah bukti bahwa pemimpin harus punya empati. Ketika gubernur begitu peduli dengan rakyat supaya bisa hidup mandiri, Presiden malah koar-koar bilang dolar nggak ngaruh ke masyarakat desa, padahal masyarakat makin tercekik harga-harga naik, ekonomi gak baik-baik aja," tulis netizen lainnya.
"Rasanya masih sakit hati Presiden bilang rakyat nggak pengen kaya raya, padahal hidup layak juga butuh duit. Salut untuk Bu Sherly yang mendukung kesejahteraan masyarakat kecil, semoga kita punya pemimpin yang lebih peka dengan kondisi rakyatnya," imbuh netizen lainnnya.
Sementara itu, Sherly menilai banyak nelayan sebenarnya memiliki potensi penghasilan yang besar, namun kesulitan berkembang karena akses ke lembaga keuangan masih terbatas.
Baca Juga: Sebagai Triple Minority, Mengapa Sherly Tjoanda Yakin Terjun ke Politik yang Didominasi Pria?
Dalam salah satu kesempatan, Sherly mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya omzet yang dimiliki sejumlah nelayan di Maluku Utara. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar nelayan mendapatkan dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan aman melalui jalur perbankan resmi dibanding terjerat utang berbunga tinggi maupun pinjaman online (pinjol) ilegal.
Meski begitu, Sherly juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam mengelola utang. Ia mewanti-wanti nelayan agar tidak sembarangan meminjam uang tanpa perhitungan matang.
"Saya tidak bisa bantu kalau sudah terjerat pinjol atau utang yang tidak terkontrol," tegasnya.
Selain sektor permodalan, Sherly juga disebut memprioritaskan pembangunan konektivitas dan infrastruktur untuk membantu distribusi hasil pertanian maupun perikanan agar lebih mudah menjangkau pasar.
Perbandingan antara pidato Prabowo dan perkataan Sherly Tjoanda itu pun ramai menjadi bahan diskusi publik.
Sebagian masyarakat menilai rakyat kecil bukan hanya ingin bertahan hidup, tetapi juga memiliki harapan untuk naik kelas secara ekonomi dan hidup lebih makmur di masa depan.
Di media sosial, banyak warganet menilai masyarakat Indonesia sejatinya juga memiliki mimpi untuk sukses dan sejahtera, asalkan diberikan kesempatan, akses, serta dukungan kebijakan yang memadai dari pemerintah.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Video Tuduhan ke Presiden Prabowo Subianto Dinilai Hoaks, Komdigi Ingatkan Ancaman UU ITE
Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Ucapan Prabowo Subianto Soal Dolar Hanya Untuk Menghibur Rakyat: Nggak Apa-Apa Ngomong Gitu...
Detik-detik Prabowo Salah Ngomong saat Pidato di Rapat Paripurna DPR, Sebut Gaji Guru Naik hingga 300 Persen
Viral Prabowo Sebut Gaji Guru Naik 300 Persen, Langsung Direvisi Jadi Hakim
Viral Spanduk Permohonan Maaf di Gerbang UGM Kritik Kepemimpinan Prabowo-Gibran yang Berujung Pencopotan, Begini Penjelasan Pihak Kampus