Selasa, 7 Juli 2026

Bedah Rumah di Yogyakarta Pakai Atap dari Sampah Plastik, Wali Kota Hasto Sebut Kuat dan Bergaransi hingga 10 Tahun

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Mei 2026 | 19:30 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau langsung lokasi bedah rumah yang dilakukan Pemkot Yogyakarta.  ( Pemkot Yogyakarta)
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau langsung lokasi bedah rumah yang dilakukan Pemkot Yogyakarta. ( Pemkot Yogyakarta)

SketsaNusantara.id - Program bedah rumah kembali digelar Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membantu masyarakat kurang mampu. Namun kali ini, perhatian publik tertuju pada material rumah yang digunakan dalam proses renovasi.

Atap rumah yang dipasang bukan berasal dari bahan bangunan biasa. Material tersebut dibuat dari limbah daur ulang seperti botol plastik, bungkus saset, hingga kemasan minuman bekas.

Program bedah rumah itu dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 di dua wilayah berbeda. Lokasi pertama berada di Pandeyan, Umbulharjo dan lokasi kedua berada di kawasan Ngampilan.

Baca Juga: Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Kisah Nyata Rumah Bocor hingga Kesetrum Kini Berubah Lebih Aman dan Sejuk

Rumah yang mendapatkan bantuan renovasi di Pandeyan merupakan milik Dwi Wulandari. Sementara di Ngampilan, bantuan diberikan kepada Emiliana Budi Winarti.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam agenda itu, Hasto juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat.

Program bedah rumah tersebut melibatkan dukungan sejumlah pihak. Renovasi rumah milik Dwi Wulandari dibantu Perseroda BPR Bank Jogja.

Baca Juga: Viral, Jemaah Bubarkan Diri karena Atap Masjid Jebol saat Sholat Berjamaah, Benarkah Wajib Hukumnya Batalkan Sholat saat Terjadi Bencana?

Sementara bantuan renovasi rumah milik Emiliana Budi Winarti berasal dari Baznas Kota Yogyakarta. Program itu disebut menjadi bentuk kepedulian sosial dan gotong royong kepada masyarakat.

Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, Pemkot Yogyakarta juga menekankan pentingnya kualitas hunian sehat dan layak. Renovasi rumah dilakukan dengan konsep yang lebih ramah lingkungan.

“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Hasto Wardoyo dikutip dari laman resmi Pemkot Yogyakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, atap rumah menggunakan material berbahan limbah daur ulang. Sampah plastik rumah tangga diolah kembali menjadi genting untuk kebutuhan bangunan.

Bahan tersebut berasal dari berbagai jenis limbah yang banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Mulai dari botol plastik bekas hingga bungkus produk sekali pakai.

Meski berasal dari sampah daur ulang, kualitas material disebut telah melalui pengujian. Pemerintah memastikan genting tersebut aman digunakan sebagai atap rumah warga.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X