SketsaNusantara.id - Video lawas mantan Presiden B.J Habibie kembali disorot usai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp17.500.
Dalam video tersebut, presiden ketiga Indonesia itu tengah memaparkan kondisi perekonomian saat itu.
Netizen menilai, berdasarkan pernyataan Habibie, presiden yang menjabat di era awal reformasi Indonesia itu menyadari kondisi ekonomi di tanah air yang tidak baik-baik saja.
Baca Juga: Geger Video Sobek Uang Rupiah saat Live, WNA Timor Leste di Jakarta Minta Maaf
“Kita sedang berusaha keluar dari masalah ini,” ujar Habibie dalam video yang diunggah ulang klimatologis Erma Yulihastin di akun X @EYulihastin.
Masih dalam video yang sama, B.J Habibie juga mengungkapkan target dalam menyelesaikan masalah perekonomian Indonesia kala itu.
“Saya pikir ini akan memakan waktu dua hingga tiga tahun, hingga kita kembali lagi dalam kecepatan penuh. Tapi yang paling penting, bahwa kita harus keluar dalam minggu-minggu atau bulan-bulan selanjutnya,” ujar Habibie.
Pemilik akun yang juga merupakan seorang peneliti bergelar profesor ini menilai, pernyataan Habibie menunjukkan kesadarannya terkait masalah ekonomi saat itu.
“Beliau sebagai presiden saat itu tidak pernah denial. Beliau tahu ada problem. Krisis di depan mata. Ruliah melemah,” tulis Erma dalam cuitannya.
Ia menambahkan, dalam video tersebut, B.J Habibie juga memaparkan respons pemerintah dalam menghadapi masalah tersebut.
“Dan kami sedang bekerja keras mencari solusi. Beliau juga kasih kepastian, bulan depan kami usahakan situasi akan membaik,” tulis Erma lagi.
Artikel Terkait
Diangkat Jadi Duta BPJS, Raffi Ahmad Klarifikasi Usai Dicibir soal Penggunaan Asuransi Kesehatan: Pengguna Aktif BPJS 2022, tapi...
Kapan Gaji ke-13 ASN Cair? Kemenkeu Sebut Juni 2026, Berikut Rincian Besaran dan Komponennya
SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar 2026, Pernyataan Sikap 8 Poin Tuai Sorotan Warganet
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti, Berapa Jumlah Total Uang Denda yang Harus Dibayarkan?
Viral Dugaan Predator Anak di Jakarta, Pemerintah Jepang Tegaskan Pelaku Bisa Diadili di Dua Negara
Bakal Dapat Tambahan Ratusan Unit Becak Listrik, Dishub Jember Siap Bangun SPKLU Gratis
Peringati Hari Palang Merah Internasional, PMR SMPN 1 Rambipuji Bagi Sembako kepada Tukang Becak hingga Lansia