Saudara Josepha itu juga membela adiknya yang kini merasa bersalah karena polemik tersebut ramai dibicarakan publik.
"Ribuan orang nonton ulang video final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat, sampai viral dan semua sepakat - adikku BENAR," ucapnya.
"Bukannya dapat pembelaan dari pihak penyelenggara, adikku malah dapat pesan dari nomor tak dikenal. Anak gak tau apa-apa, diintimidasi lewat chat karena berani bicara kebenaran," tandasnya.
"Bahkan aku bingung ketika dia nanya ke aku, 'Kak, apa aku harus minta maaf? katanya aku yang bikin gaduh'. Aku nggak tahu harus jawab apa. Harus ngapain adikku ini," pungkasnya.
Unggahan tersebut seketika mencuri perhatian publik dan menuai simpati warganet. Tindakan intimidasi ini menuai kecaman keras, bahkan ada yang meminta agar pengirim pesan anomin segera dilaporkan ke polisi apabila terbukti melakukan ancaman.
"MPR kan sudah minta maaf karena memang diakui ada kesalahan dari pihak mereka, ngapain minta maaf. Laporkan chat tersebut kalo memang ada ancaman dari pihak lain," komentar netizen.
Di tengah ramainya sorotan tersebut, ada beberapa netizen yang merasa curiga karena akun Threads tersebut hanya mengaku-ngaku sebagai kakak Josepha. Pasalnya, unggahan tersebut mendadak hilang dalam beberapa jam setelah diposting.
Sebagian warganet juga mempertanyakan validitas akun Threads tersebut karena identitas pemilik akun belum terverifikasi secara pasti sebagai keluarga Josepha. Unggahan yang sebelumnya menyebar luas kini sudah mulai menghilang beberapa jam setelah viral di media sosial.
"Kayanya akun itu bukan kakak Josepha beneran, deh. Postingannya aja udah ilang. IG-nya Ocha juga nggak ada kabar apa-apa, sempet banyak seliweran yang nyebar berita ini tapi terus di take-down mungkin belum tentu bener," tulis warganet lainnya.
Terbaru, Ocha menyampaikan terima kasih atas dukungan dari masyarakat yang memberikan atensi besar pada kompetisi yang diikutinya.
"Saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya. Kami sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming banget," ujarnya, usai menemui Ketua Komisi II DPR RI, pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Sebelumnya, polemik LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan setelah jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri. Namun, jawaban identik yang dilontarkan dari tim lawan justru dianggap benar.
Kasus tersebut memicu perdebatan luas di media sosial hingga pihak MPR RI menyampaikan permintaan maaf. Pihaknya juga menonaktifkan dewan juri dan MC hingga dilakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang kembali ke depannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Viral Lomba Komentar Rasis Berhadiah Seratus Ribuan di Instagram, Terduga Anak Oknum Perwira Polisi Tantang Dilaporkan UU ITE
Indri Wahyuni Lulusan Mana? Pejabat MPR RI Ramai Dijuluki 'Duta Artikulasi' di Tengah Polemik Lomba Cerdas Cermat, Riwayat Pendidikannya Jadi Sorotan
Speechless, Sandy Kristian Pertanyakan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat yang Dinilai Tidak Profesional hingga Desak Penyelenggara Lakukan Evaluasi
4 Pernyataan Tegas MPR RI di Tengah Polemik Lomba Cerdas Cermat, Dewan Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan hingga Tekankan Evaluasi Menyeluruh
Profesi Asli Shindy Luthfiana, MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Minta Maaf, Perkataannya Dinilai Melukai Hati Peserta dari SMAN 1 Pontianak
Peserta LCC 4 Pilar Diduga Diintimidasi Usai Protes Nilai, Josepha Alexandra: Katanya Aku Bikin Gaduh...