Selasa, 30 Juni 2026

Telkom Bukukan Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025, Fokus Perombakan Bisnis dan Infrastruktur Digital

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 12 Mei 2026 | 20:30 WIB
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.  (Dok. Telkom Indonesia)
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. (Dok. Telkom Indonesia)

SketsaNusantara.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan capaian pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Di tengah tekanan industri telekomunikasi dan kondisi ekonomi global, perseroan tetap mencatat laba bersih Rp17,8 triliun.

Kinerja tersebut dibarengi percepatan strategi transformasi perusahaan melalui agenda TLKM 30. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus meningkatkan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Sepanjang 2025, Telkom juga membukukan EBITDA konsolidasi sebesar Rp72,2 triliun. Sementara normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin mencapai 49,9 persen.

Baca Juga: 100 Hari Pertama Direksi Baru Telkom: Mantapkan Peran sebagai Penggerak Ekosistem Digital dengan Daya Saing Global

Selain itu, perseroan mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen selama 2025. Nilai tersebut berasal dari capital gain sebesar 28,4 persen dan dividend yield sebesar 7,3 persen.

Telkom juga masih menjalankan program pembelian kembali saham atau share buyback hingga Mei 2026. Program tersebut memiliki nilai maksimal sebesar Rp3 triliun.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut transformasi perusahaan menjadi fokus utama sejak 2025. Strategi TLKM 30 dijalankan melalui empat pilar utama yang mencakup operasional, penyederhanaan bisnis, penguatan aset, dan perubahan model holding.

Baca Juga: 4 Kontroversi Abdee Negara, Pernah Dikira Berhenti jadi Gitaris Slank hingga Ditunjuk Erick Thohir Menjadi Komisaris Telkom

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Pada pilar pertama, perseroan memperkuat tata kelola perusahaan dan disiplin organisasi. Fokus tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi proses bisnis.

Sementara pada pilar kedua, Telkom melakukan penataan portofolio non-core business. Langkah itu dilakukan agar perusahaan lebih fokus pada bisnis telekomunikasi dan digital.

Implementasi strategi tersebut terlihat melalui proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika. Saat ini, proses divestasi disebut telah memasuki tahap Conditional Sale and Purchase Agreement menuju penyelesaian penuh pada 2026.

Selain itu, Telkom juga menjalankan penguatan bisnis infrastruktur digital melalui fiber connectivity. Perseroan melakukan pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia sebagai bagian transformasi strategic holding.

Perubahan model holding juga menjadi fokus dalam transformasi TLKM 30. Nantinya, Telkom akan lebih berperan sebagai strategic holding dengan empat segmen Operating Company atau OpCo.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X