Kamis, 11 Juni 2026

Apa Itu Kanker Serviks? 1800 Perempuan di Malang Jalani Skrining Serentak dan Puluhan Terdeteksi

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 April 2026 | 21:30 WIB
Potret Skrining kanker serviks di Malang (YouTube tvOneNews )
Potret Skrining kanker serviks di Malang (YouTube tvOneNews )

 

SketsaNusantara.id – Isu kesehatan reproduksi perempuan kini sedang menjadi sorotan utama di Malang.

 Sebanyak 1.800 perempuan di Kota Malang terdaftar untuk mengikuti pemeriksaan kanker serviks secara serentak di 16 Puskesmas selama sepekan, yang dimulai pada Senin, 20 April 2026.

Langkah masif ini diambil bukan tanpa alasan, sebab data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa angka kematian akibat kanker serviks di wilayah Malang masih sangat mengkhawatirkan, mencapai 50% dari total kasus yang terkonfirmasi.

Baca Juga: Semarak Hari Kartini, Guru SMKN 3 Bondowoso Kompak Berkebaya, Gelar Upacara Hingga Lomba Tumpeng Jajanan Tempoe Doloe

Terdapat puluhan perempuan di Malang kini terdeteksi kanker serviks sepanjang tahun 2025. 

Dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, dari 2.500 perempuan yang mengikuti skrining terdata 40 positif kanker serviks.

Lalu apa sebetulnya apa Itu kanker serviks?kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.

Berbeda dengan banyak jenis kanker lainnya yang sulit diketahui penyebabnya, kanker serviks memiliki penyebab utama yang jelas yakni infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Hampir 99% kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, terutama tipe 16 dan 18. Virus ini umumnya menular melalui kontak kulit ke kulit saat aktivitas seksual.

Sementara itu, banyaknya perempuan di Malang yang didiagnosis menderita kanker ini sering kali disebabkan oleh satu faktor kritis yakni keterlambatan deteksi.

Selain itu masih banyak warga yang merasa tabu atau takut untuk melakukan pemeriksaan area kewanitaan.

Pada stadium awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga penyakit ini sering dijuluki "pembunuh senyap" atau silent killer.

Plt Kabid P2P Dinkes Kabupaten Malang menyebutkan banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan menurun drastis.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X