Kamis, 4 Juni 2026

Update Kesehatan Andrie Yunus Usai Alami Penyiraman Air Keras, RSCM Ungkap Kondisi Terbaru

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 Maret 2026 | 08:30 WIB
Aktivis KontraS Andrie Yunus (Instagram/@aandrieyunus)
Aktivis KontraS Andrie Yunus (Instagram/@aandrieyunus)

SketsaNusantara.id - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terkini Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, setelah menjadi korban penyiraman air keras. Berdasarkan keterangan resmi, kondisi mata kanan Andrie kini menunjukkan perkembangan positif meski masih dalam tahap pemantauan intensif.

Dalam pernyataannya pada Rabu 18 Maret 2026, pihak RSCM menyebut bahwa kondisi mata kanan pasien berada dalam keadaan stabil. Tingkat peradangan yang sebelumnya cukup serius kini mulai berangsur membaik seiring dengan penanganan medis yang dilakukan secara komprehensif.

“Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” demikian disampaikan pihak RSCM dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Tuntut Sidang Terbuka di Peradilan Umum! Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Disorot, Koalisi Sipil Tolak Peradilan Militer dan Minta Transparansi

Lebih lanjut, tim dokter juga menemukan adanya tanda-tanda pemulihan pada bagian kornea mata. Sel punca kornea yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai menunjukkan proses regenerasi, meskipun tahap penyembuhan belum sepenuhnya selesai.

“Sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut,” tulis RSCM.

Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa Andrie Yunus mengalami kerusakan pada sel punca kornea dengan estimasi mencapai sekitar 40 persen. Kondisi tersebut tergolong serius karena berpengaruh pada fungsi penglihatan serta proses pemulihan jangka panjang.

Baca Juga: Update Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, TNI dan Polri Ungkap Informasi Berbeda Soal Terduga Pelaku

Sebagai bagian dari upaya penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion pada mata korban. Tindakan ini bertujuan untuk melindungi permukaan mata sekaligus mempercepat proses penyembuhan jaringan yang rusak. Selain itu, pasien juga mendapatkan terapi anti-inflamasi guna mengurangi peradangan dan mencegah komplikasi lanjutan.

RSCM menegaskan bahwa penanganan terhadap Andrie Yunus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim medis multidisiplin. Pemantauan kondisi pasien dilakukan secara berkala untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta mengantisipasi risiko infeksi sekunder yang dapat memperburuk kondisi.

“Secara umum, kondisi pasien tetap dalam pengawasan tim medis multidisiplin dan mendapatkan perawatan komprehensif,” ujar pihak rumah sakit.

Baca Juga: TNI Respons Isu Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Andrie Yunus, Penyelidikan Internal Ditegaskan Berjalan Transparan

Sementara itu, perkembangan penanganan hukum terhadap kasus penyiraman air keras ini juga terus berjalan. Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Yusri Nuryanto, menyampaikan bahwa empat prajurit TNI yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Keempat prajurit tersebut diketahui berinisial NDP dengan pangkat Kapten, SL dan BHW berpangkat Letnan Satu (Letu), serta ES dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Mereka saat ini berada dalam pengawasan Puspom TNI guna mendalami keterlibatan masing-masing dalam insiden tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X