SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jember kembali memakan korban material. Sebuah rumah milik seorang lansia, Ibu Jumani (61), di Dusun Sumberbulus 2, Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo, dilaporkan roboh total pada Minggu malam 1 Februari 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.30.
Menurut dia, konstruksi rumah yang sudah lapuk menjadi faktor utama bangunan non-permanen berukuran 4 x 6 meter itu tidak mampu menahan terjangan angin.
Baca Juga: Jember Tembus 10 Besar Nasional: Raih Predikat Kualitas Tertinggi Pelayanan Publik 2025
"Kami menerima laporan pada Minggu malam dan tim TRC (Tim Reaksi Cepat) dari Grup A segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pendistribusian bantuan pada Senin siang," ujar Edy Budi Susilo, Senin 2 Februari 2026.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, Ibu Jumani sedang tidak berada di dalam rumah karena tengah pergi ke toko terdekat. Namun, akibat kerusakan berat (RB) yang dialami huniannya, saat ini korban terpaksa mengungsi ke kediaman anaknya.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Jember telah menyalurkan berbagai paket bantuan untuk meringankan beban korban. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, terpal, paket sandang, selimut, hingga peralatan dapur dan kebutuhan khusus lansia.
Baca Juga: Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
"Selain logistik dasar, kami juga memberikan paket kebersihan dan makanan siap saji. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar Ibu Jumani terpenuhi selama masa pengungsian," tambah Edy.
Pihak BPBD Jember juga telah berkoordinasi dengan Muspika Ledokombo dan Pemerintah Desa Sumberbulus untuk melakukan kerja bakti pembersihan puing-puing bangunan.
Edy Budi Susilo menegaskan bahwa, pihaknya telah meneruskan laporan ini kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) serta Dinas Sosial untuk penanganan pascabencana yang lebih permanen.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
"Kami akan menurunkan tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) untuk menghitung kerugian secara detail guna menentukan langkah rehabilitasi selanjutnya. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi," tutupnya.
Operasi penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Polsek Ledokombo, Satpol PP, perangkat desa, hingga warga setempat yang bahu-membahu membantu korban.***
Artikel Terkait
Sekolah Tangguh Bencana: BPBD Jember Sukses Gelar Simulasi SPAB di TK Al Amien
BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana
BPBD Jember Bakal Gelar Pemangkasan Pohon, Pengguna Jalan Diminta Hati-hati saat Lewati Jalur Berikut
Antisipasi Pohon Tumbang dan Bisa Bahayakan Pengendara, Petugas Gabungan BPBD Jember Lakukan Perempesan Ranting
Tembok Dapur Warga Kaliwates Ambrol Diterjang Longsor, BPBD Jember Pasang Terpal dan Salurkan Bantuan
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan