SketsaNusantara.id – Ratusan kader posyandu di Kecamatan Panti tumplek blek di kantor Desa Serut. Tepatnya, pada Senin, 27 Oktober 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait menyapa ratusan kader posyandu dan tenaga kesehatan desa yang hadir, sambil menyampaikan tekad kuat pemerintah kabupaten untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Jember.
"Saya datang ke sini agar hubungan antara rakyat dan pemimpin lebih dekat, supaya tidak ada jarak yang jauh," kata Gus Fawait saat memberi sambutannya.
Dia menegaskan bahwa hadir di sana bukan hanya untuk formalitas, tetapi agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dasar.
Di kesempatan ini, Gus Fawait menekankan betapa pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, para tenaga kesehatan, dan kader posyandu.
Dia mengingatkan bahwa, kader posyandu perlu mendapatkan dukungan dari tenaga medis yang ahli supaya tugas mereka dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Gus Fawait Paparkan Bunga Desaku Bakal Jadi Program dengan Kebermanfaatan Jangka Panjang
"Kami akan mengirimkan bidan dan tenaga kesehatan tambahan ke semua desa dan kelurahan. Mereka akan membantu kader posyandu untuk mencatat dan memeriksa ibu-ibu hamil, dan hasil pemeriksaan itu akan dibawa langsung ke dokter spesialis kandungan," terangnya.
Pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan ini, tambahnya, sangat penting untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak awal. Ibu hamil yang dianggap berisiko tinggi akan disarankan untuk melahirkan di rumah sakit, baik di RSUD dr. Subandi atau di RSUD Balung.
"Harus dilihat oleh dokter spesialis, bukan oleh kader. Mengapa? Karena diagnosis risiko tinggi butuh keahlian medis," tegas Gus Fawait.
Ia menutup arahannya dengan harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, terutama kader posyandu, menjadi ujung tombak dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan masing-masing.
"Tolong beritahu tetangga, saudara, dan masyarakat bahwa sekarang berobat itu gratis. Tidak boleh lagi ada orang yang sakit dibiarkan di rumah karena takut biaya. Kami ingin Jember jadi kabupaten yang sehat dan kuat," tambahnya.
Artikel Terkait
Bikin Pilot Projek Tekan AKI-AKB, Bupati Gus Fawait Terjunkan 205 Nakes ke Desa dan Kelurahan di Jember
Ajak Masyarakat Jember Berolahraga Sore dengan Program OSMA, Gus Fawait Tumbuhkan Hidup Sehat
Pastikan UHC Terlaksana dengan Baik, Bupati Gus Fawait Datangi Langsung RSD dr Soebandi
Peringati Hari Santri, Bupati Jember Gus Fawait Jelaskan Perjuangan Ponpes Hingga Janjikan Beasiswa Pendidikan
Tanamkan Pesan Mendalam di Hari Santri, Gus Fawait: Amalkan Ajaran Kiai Jadi Santri Berkualitas Tanpa Narkoba
Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Bupati Jember Gus Fawait Ingin Dengar Masukan Masyarakat Secara Langsung
Kunjungi Puskesmas Panti, Gus Fawait: Ayo Awasi Kebersihan dan Pelayanan Faskes di Wilayah Masing-Masing
Bupati Jember Gus Fawait Dukung Aksi Kemanusiaan PMI, Emak-Emak Panti Antusias Donor Darah
Gus Fawait Paparkan Bunga Desaku Bakal Jadi Program dengan Kebermanfaatan Jangka Panjang
'Bus Si Cinta' Resmi Mengaspal, Bupati Jember Gus Fawait Luncurkan 2 Bus Gratis Untuk Sekolah dan Wisata Edukasi