Kamis, 4 Juni 2026

Tekan Angka Stunting dan AKI-AKB, Bupati Jember Gus Fawait Kirim Nakes ke Desa-Desa

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Oktober 2025 | 19:57 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan paparan di depan kader posyandu. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan paparan di depan kader posyandu. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Ratusan kader posyandu di Kecamatan Panti tumplek blek di kantor Desa Serut. Tepatnya, pada Senin, 27 Oktober 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait menyapa ratusan kader posyandu dan tenaga kesehatan desa yang hadir, sambil menyampaikan tekad kuat pemerintah kabupaten untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Jember.

"Saya datang ke sini agar hubungan antara rakyat dan pemimpin lebih dekat, supaya tidak ada jarak yang jauh," kata Gus Fawait saat memberi sambutannya.

Baca Juga: 'Bus Si Cinta' Resmi Mengaspal, Bupati Jember Gus Fawait Luncurkan 2 Bus Gratis Untuk Sekolah dan Wisata Edukasi

Dia menegaskan bahwa hadir di sana bukan hanya untuk formalitas, tetapi agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dasar.

Di kesempatan ini, Gus Fawait menekankan betapa pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, para tenaga kesehatan, dan kader posyandu.

Dia mengingatkan bahwa, kader posyandu perlu mendapatkan dukungan dari tenaga medis yang ahli supaya tugas mereka dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga: Gus Fawait Paparkan Bunga Desaku Bakal Jadi Program dengan Kebermanfaatan Jangka Panjang

"Kami akan mengirimkan bidan dan tenaga kesehatan tambahan ke semua desa dan kelurahan. Mereka akan membantu kader posyandu untuk mencatat dan memeriksa ibu-ibu hamil, dan hasil pemeriksaan itu akan dibawa langsung ke dokter spesialis kandungan," terangnya.

Pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan ini, tambahnya, sangat penting untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak awal. Ibu hamil yang dianggap berisiko tinggi akan disarankan untuk melahirkan di rumah sakit, baik di RSUD dr. Subandi atau di RSUD Balung.

"Harus dilihat oleh dokter spesialis, bukan oleh kader. Mengapa? Karena diagnosis risiko tinggi butuh keahlian medis," tegas Gus Fawait.

Baca Juga: Kunjungi Puskesmas Panti, Gus Fawait: Ayo Awasi Kebersihan dan Pelayanan Faskes di Wilayah Masing-Masing

Ia menutup arahannya dengan harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, terutama kader posyandu, menjadi ujung tombak dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

"Tolong beritahu tetangga, saudara, dan masyarakat bahwa sekarang berobat itu gratis. Tidak boleh lagi ada orang yang sakit dibiarkan di rumah karena takut biaya. Kami ingin Jember jadi kabupaten yang sehat dan kuat," tambahnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X