SketsaNusantara.id – Kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di jalur Bromo, tepatnya di ruas Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu, 14 September 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, kembali menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Timur.
Insiden yang diduga disebabkan oleh rem blong tersebut awalnya menewaskan delapan orang.
Namun, dua hari setelah kejadian, jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah seiring dengan meninggalnya salah satu penumpang yang sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Bus yang membawa rombongan karyawan dari Rumah Sakit Bina Sehat Jember dilaporkan kehilangan kendali saat melintas di jalan menurun. Kendaraan besar itu menabrak pagar rumah warga serta sebuah sepeda motor yang kebetulan melintas. Dari delapan korban tewas pada hari kejadian, tujuh di antaranya merupakan penumpang bus, sementara satu korban lainnya adalah anak-anak.
Dilansir SketsaNusantara.id, kabar duka terbaru datang dari unggahan akun Facebook Hilmy Mufli di grup Info Warga Jember Official pada Selasa, 16 September 2025.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.. Bertambah lagi korban kecelakaan bus rem blong kapan hari. Semoga husnul khotimah. Kondisi hamil 4 bulan,” tulis Hilmy dalam caption unggahannya.
Dalam unggahan yang sama, Hilmy membagikan tangkapan layar status WhatsApp berisi ungkapan kesedihan mendalam atas kepergian sahabatnya.
“Innalillahi wainnailaihi ilaihi Raji'un Ya Allah Betty kamu sudah berjuang, kamu sudah tidak sakit lagi. Aku hanya bisa memandangmu di ruang ICU tadi Betty, kmu pasti bisa, kamu kuat tapi takdir berkata lain. Semoga kamu Husnul Hotimah kawan, bertambah satu sahabat kami yg meninggal karena kecelakaan itu,” isi dari unggahan Hilmi.
Tulisan penuh emosi tersebut menunjukkan bahwa korban terbaru adalah Betty Nurcahya Kusuma Wardhany S.Kep., Ners, seorang perawat yang dikenal ramah dan dekat dengan rekan-rekannya.
Di tengah rasa kehilangan, beredar kabar di media sosial bahwa almarhumah Betty diduga sedang hamil sekitar empat bulan. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun kepolisian terkait informasi sensitif tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga, masyarakat diimbau menunggu pernyataan resmi sebelum menyimpulkan kabar yang masih berupa dugaan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh sebelum perjalanan jauh, khususnya armada bus pariwisata yang mengangkut banyak penumpang.
Artikel Terkait
Rumah Sakit Bina Sehat Kerahkan 23 Kendaraan Medis untuk Evakuasi Korban Kecelakaan Bus di Probolinggo
15 Orang Korban Kecelakaan Probolinggo Dapat Perawatan Intensif, Dirut RSBS Jember: Kami Langsung Lakukan Operasi
6 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan Karyawan RS Bina Sehat Jember di Probolinggo, 1 Keluarga Jadi Korban Meninggal Dunia
Kisah Pilu Arti Wibowo, Korban Meninggal Kecelakaan Bus RS Bina Sehat, Susul Sang Ayah yang Wafat 5 Hari Sebelumnya
Pasca Kecelakaan yang Menewaskan Sejumlah Karyawan RS Bina Sehat, Khofifah Minta Dishub Evaluasi Bus Pariwisata