Kamis, 4 Juni 2026

BRI Peduli Hadirkan Program Literasi Anak Negeri di NTB, Jawab Tantangan Rendahnya Minat Baca Sekolah Dasar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:52 WIB
Literasi Anak Negeri dari BRI (Dok. BRI)
Literasi Anak Negeri dari BRI (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Rendahnya tingkat literasi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, khususnya di wilayah terpencil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, terdapat 7,6 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas yang masih buta huruf. Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi dengan tingkat literasi terendah ketiga di Indonesia, di mana 1 dari 9 penduduknya mengalami buta huruf.

Kondisi ini berdampak pada pendidikan dasar. Banyak siswa di wilayah tersebut tertinggal dalam kemampuan membaca.

Baca Juga: Lowongan BFLP BRI 2025 Telah Dibuka! Program Rekrutmen Inklusif dengan Proses Seru dan Transparan

Hambatan ini bukan hanya mempengaruhi pelajaran bahasa, tetapi juga pemahaman materi di mata pelajaran lain.

Rendahnya kemampuan membaca turut menurunkan kepercayaan diri dan membatasi peluang belajar siswa.

Menjawab tantangan ini, BRI Peduli melalui Program Literasi Anak Negeri menghadirkan rangkaian kegiatan di SD Negeri (SDN) 1 Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Program ini meliputi pelatihan guru, kelas tambahan interaktif bagi siswa, hingga perbaikan infrastruktur perpustakaan sekolah.

Baca Juga: Kredit Korporasi BRI Tumbuh 15,64 Persen, Perkuat Ekspansi Sektor Produktif dan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan tujuan meningkatkan keterampilan membaca dan memahami bacaan, mendorong kemandirian belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

“Dengan metode pengajaran berbasis sains yang disesuaikan dengan konteks lokal, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru agar intervensi yang diberikan berdampak secara jangka panjang,” ujarnya.

Selain pelatihan guru, BRI Peduli membangun fasilitas perpustakaan yang dilengkapi koleksi buku berbasis ilmu pengetahuan untuk menumbuhkan minat baca.

Baca Juga: Meriah! Momen Peresmian BRI Taipei, Dihadiri 5.000 PMI di Taiwan hinggga Penampilan Band GIGI

Metode pembelajaran dibuat lebih menyenangkan melalui permainan kreatif berbasis tantangan literasi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.

Program ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan anak-anak di daerah tertinggal. Kepala SDN 1 Malaka, Laili Muniroh, menyebutkan bahwa sekolahnya memiliki keterbatasan buku dan fasilitas pendidikan yang memadai.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X