Kamis, 4 Juni 2026

UMKM yang Dulu Proyek Kuliah Ini Sekarang Dibina Rumah BUMN BRI Jakarta, Kukisnya Dijual Online dan Laris Manis

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 30 Juli 2025 | 10:41 WIB
Kumora. UMKM naik kelas binaan Rumah BUMN BRI. (Dok. BRI)
Kumora. UMKM naik kelas binaan Rumah BUMN BRI. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Proyek usaha mahasiswa sering kali berakhir hanya sebagai syarat akademik.

Namun, tidak bagi Destia Ardha Dewati. Bersama timnya, ia mengembangkan sebuah produk camilan sehat berbahan ikan tuna dan daun kelor, yang kini menjadi usaha bernama Kumora Cookies.

Kumora Cookies lahir dari program P2MW yang menantang mahasiswa menciptakan produk inovatif dengan dampak sosial.

Baca Juga: UMKM Binaan BRI Unjuk Gigi di Singapura, Produk Cokelat Lokal Padang Dilirik Buyer Internasional

Melihat tingginya kandungan gizi pada ikan tuna dan kelor, mereka memadukan keduanya menjadi kukis yang ditujukan untuk membantu mengurangi angka stunting. Ide itu mulai diwujudkan pada 27 April 2024.

“Nama Kumora sendiri merupakan kepanjangan dari Kukis Ikan Tuna dan Moringa. Moringa sendiri adalah nama ilmiah dari tanaman kelor. Nama ini dipakai karena kukis kami dibuat dari daging ikan tuna dan daun kelor sebagai bahan utamanya,” ungkap Destia.

Usaha ini tidak berhenti di ruang kampus. Pada 31 Juli 2024, Kumora Cookies resmi bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta Pusat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bersih-Bersih: Program BRI dan Sungai Watch Ini Mampu Kurangi Emisi 9,79 Ton CO2 dari Sungai di Denpasar

Di sana, usaha mereka mulai dibina secara lebih serius dan profesional. Mereka mendapatkan pendampingan legalitas, manajemen, dan strategi pemasaran.

Kini, Kumora Cookies telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikat halal dari MUI. Berbasis di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mereka juga terus mengembangkan produk. Selain kukis rasa manis, Destia dan tim juga sedang menyiapkan varian baru berupa Kumora Crackers. Varian ini berbahan dasar ikan tuna dan daun katuk, ditujukan untuk ibu menyusui karena dikenal dapat membantu produksi ASI.

Cakupan distribusi produknya pun meluas. Tak hanya di Jakarta dan sekitarnya, produk Kumora Cookies juga telah merambah Yogyakarta, Ciamis, Tegal, dan Purwokerto. Semua penjualan dilakukan secara daring, terutama melalui Shopee dan TikTok Shop. Dengan strategi pre-order, usaha ini bisa menghasilkan omzet hingga Rp2 juta per bulan meski dijalankan di sela aktivitas kuliah.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, Destia mengaku sistem pre-order sangat membantunya membagi waktu. Ia menjelaskan bahwa mereka mengumpulkan pesanan terlebih dahulu, baru memproduksi dalam jumlah yang sesuai. Hal ini membuat produksi lebih efisien dan terkontrol.

“Sebagai pengusaha yang juga masih berstatus mahasiswa tingkat akhir, kami mendapatkan banyak sekali manfaat dan pengalaman. Kami bisa memanajemen waktu dengan lebih baik, mengingat sistem jualan kami pakai sistem pre-order,” katanya.

Keberhasilan Kumora Cookies juga berkat dukungan Rumah BUMN BRI Jakarta Pusat. Selain pelatihan, mereka juga mendapatkan akses ke jaringan usaha yang lebih luas. Destia berharap Kumora Cookies dapat berkembang lebih jauh, menjangkau seluruh Indonesia, bahkan diekspor ke luar negeri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X