Kamis, 4 Juni 2026

Akui Serapan Gabah Kering Panen Baik, Bulog Serap 90 Ribu Ton dari Petani Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 22 Juli 2025 | 17:00 WIB
Salah seorang petani saat menggarap sawahnya. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)
Salah seorang petani saat menggarap sawahnya. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)

SketsaNusantara.id - Kepala Perusahaan Umum Bagian Urusan Logistik (Perum Bulog) Jember Ade Saputra menyatakan bahwa serapan gabah petani di Kabupaten Jember tergolong baik.

"Kalau serapan gabah kering panen tingkat petani kita per hari ini mencapai 99 ribu ton. Untuk berasnya mencapai 26 ribu ton. Jadi kalau setara berasnya itu sekitar 79 ribu ton atau 80 ribu ton," lanjutnya.

Untuk dua bulan terakhir, pada masa panen Juni - Juli, Ade menambahkan bahwa ada beberapa spot sisa dari panen raya.

Baca Juga: Bulog Jember Awasi Ketat Peredaran Beras Oplosan, Penyaluran SPHP Wajib Lewat Toko Terverifikasi

"Sementara pada Agustus, September, Oktober, sasaran pengambilannya untuk panen gabah lanjutan," ucapnya.

Sesuai data Dinas Pertanian Jember, tercatat ada sebanyak 7 kecamatan spot panen. Mulai wilayah selatan hingga di wilayah tengah.

"Ada sekitar 14 ribu hektare lebih lahan aktif yang digunakan untuk memproduksi padi," jelasnya.

Baca Juga: Bulog Jember Awasi Ketat Peredaran Beras Oplosan, Penyaluran SPHP Wajib Lewat Toko Terverifikasi

Untuk tujuh kecamatan yang potensial menjadi sasaran serapan di antaranya terdiri atas Kecamatan Gumukmas, Puger, Tanggul, dan Jombang.

"Nah itu kan kemarin kita dapat infonya untuk panen gabah yang siap di daerah itu," kata Ade.

Termasuk nanti di wilayah Jember Utara. Ade menuturkan bahwa serapan gabah di sana cukup bagus. Pada periode Juni - Juli, sudah ada sebanyak 4 ribu ton yang terserap.

Baca Juga: Skema Kerjasama Koperasi Merah Putih dan Bulog Siap, Dinas Koperasi Jember Perlu Ekstra Kerja Keras

Soal pembelian harga pokok penjualan (HPP), Ade menyampaikan bahwa pihaknya masih membeli sesuai dengan HPP. Namun, pihaknya memberikan banyak pilihan jika ada petani yang menjual di atas HPP.

"Jadi, jangan sampai harga gabah di tingkat petani itu jatuh di bawah HPP. Dan bulog membelinya sesuai HPP. Apabila harga gabah itu di atas HPP, silahkan petani mungkin bisa mencari rezeki baru atau mencari jaringan atau langganannya untuk bisa menjual gabahnya ke pengilingan," pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X