Kamis, 4 Juni 2026

Bulog Jember Awasi Ketat Peredaran Beras Oplosan, Penyaluran SPHP Wajib Lewat Toko Terverifikasi

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 22 Juli 2025 | 16:53 WIB
Bulog menyikapi persoalan beras oplosan yang marak di tingkat penjual. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)
Bulog menyikapi persoalan beras oplosan yang marak di tingkat penjual. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)

SketsaNusantara.id - Beras oplosan menjadi salah satu sorotan di tengah gencarnya pemerintah sedang mengaungkan kedaulatan pangan melalui distribusi bantuan pangan. Oleh karena itu, perlu ada pemantauan yang ketat agar masyarakat tidak tertipu dengan keberadaan beras oplosan.

Kepala Perusahaan Umum Bagian Urusan Logistik (Perum Bulog) Jember Ade Saputra menilai, beras oplosan terjadi saat mengupgrade harga beras di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Nah, misalkan harga HET beras premium itu Rp 13.500 per kilogram, di pasaran dijual di tingkat konsumen itu sampai dengan Rp 150.00," tegasnya.

Baca Juga: Jalur Gumitir Ditutup, Dishub Bagikan Rute Pengalihan Lalu Lintas dan 3 Jalur Alternatif ke Banyuwangi dari Jember, Surabaya dan Lumajang

Dia menegaskan bahwa hal tersebut telah melanggar ketentuan yang diatur dari dalam peraturan badan pangan nasional.

Harga beras HET di tingkat konsumen untuk beras medium itu senilai Rp 12.500 dan premium itu sebesar Rp 13.500.

"Untuk Bulog Jember sendiri sudah jelas ya, beras jenis SPHP sudah tidak dikeluarkan per 2025," tuturnya.

Baca Juga: Skema Kerjasama Koperasi Merah Putih dan Bulog Siap, Dinas Koperasi Jember Perlu Ekstra Kerja Keras

Oleh karena itu, jelas di lapangan tidak akan ada produk keluaran Bulog Jember.

"Kami menyalurkan pada bulan Maret, menghadapi untuk bulan Suci Ramadan sampai dengan Idul Fitri. Itupun disetop," tegasnya.

Baru mengeluarkan lagi ketika ada perintah pada 8 Juli lalu.

"Kami sampaikan kepada seluruh warga dan mengimbau bahwa bulog saat ini baru menyalurkan di kios pangan Jember yang terdaftar dan terverifikasi oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pertanian," ungkapnya.

Baca Juga: Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Tutup Sementara, Perbaikan Diperkirakan hingga 5 Bulan

Lebih lanjut, Ade nemaparkan di bahwa pertanian Jember ini surplus. Namun, jika terjadi kelangkaan pasokan, distribusi beras SPHP menjadi salah satu solusi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X