Kamis, 4 Juni 2026

Pendaki Asing Berturut-turut Celaka Di Rinjani! Setelah Brasil dan Swiss, Kini Pendaki Asal Belanda Dievakuasi dengan Helikopter

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 Juli 2025 | 11:30 WIB
Evakuasi udara dilakukan tim SAR dan SGi Air Bali di jalur ekstrim Pelawangan Sembalun. (Instagram @mountnesia)
Evakuasi udara dilakukan tim SAR dan SGi Air Bali di jalur ekstrim Pelawangan Sembalun. (Instagram @mountnesia)

SketsaNusantara.id - Gunung Rinjani kembali memakan korban. Kali ini, seorang pendaki perempuan asal Belanda berinisial STVH dilaporkan terjatuh di jalur menurun dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Kamis, 17 Juli 2025.

Ia merupakan pendaki ketiga dari mancanegara yang mengalami insiden serius di Rinjani dalam kurun waktu sebulan, yang sebelumnya pendaki asal brazil pada 20 Juni 2025 dan pendaki asal Swiss pada 16 Juli 2025.

Sebelumnya, pendaki asal Brazil dan Swiss juga mengalami kecelakaan serupa di jalur ekstrim gunung tertinggi kedua di Indonesia ini.

Baca Juga: Kronologi Pendaki Belanda Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kembali Evakuasi Pakai Helikopter hingga Penutupan Jalur Pendakian

Tren ini membuat banyak pihak waspada dan mempertanyakan kesiapan wisatawan asing yang mencoba menaklukkan Rinjani.

Dalam kasus terbaru, STVH dilaporkan mengalami cedera serius dan tidak bisa melanjutkan pendakian. Informasi diterima oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada siang hari, lalu diteruskan ke Kantor SAR Mataram yang langsung mengirim tim dari Pos SAR Kayangan ke lokasi.

Karena lokasi korban berada di jalur curam dan jauh dari titik evakuasi darat yang mudah dijangkau, tim SAR memutuskan untuk menyiapkan evakuasi udara. Helikopter SGi Air Bali dikerahkan melalui koordinasi lintas wilayah dengan Kantor SAR Denpasar.

Baca Juga: 2 Pendaki WNA Jatuh, BTN Gunung Rinjani Tutup Sementara Booking Tiket di eRinjani dan Jalur Pendakian Pelawangan Sembalun

Tim menyuplai diri dengan perlengkapan mendaki, peralatan medis, serta alat komunikasi. Helikopter dikerahkan dari titik aman menuju lokasi di jalur ekstrem antara Pelawangan dan Danau Segara Anak.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @mountnesia, proses evakuasi berlangsung dramatis dan melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tim SAR hingga operator helikopter.

Gunung Rinjani memang menjadi destinasi populer bagi wisatawan internasional. Tapi tidak semua pendaki asing memahami tantangan yang dimiliki gunung tropis dengan cuaca cepat berubah dan jalur menanjak maupun menurun yang penuh bebatuan licin.

Baca Juga: Bukan dari Basarnas? Inilah Maskapai Penerbangan yang Sediakan Helikopter untuk Bantu Selamatkan Turis Asal Swiss Usai Terjatuh di Gunung Rinjani

Banyak dari mereka terlalu percaya diri, bahkan ada yang nekat mendaki tanpa pemandu lokal atau perbekalan memadai. Akibatnya, kejadian-kejadian tragis seperti ini terus berulang.

Dengan kejadian yang berturut-turut ini, tentunya memancing reaksi dari netizen. Terbukti dalam unggahan @mountnesia telah disukai sebanyak 21 ribu likes dan berbagai komentar.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @mountnesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X