SketsaNusantara.id - Gunung Rinjani kembali memakan korban. Kali ini, seorang pendaki perempuan asal Belanda berinisial STVH dilaporkan terjatuh di jalur menurun dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, Kamis, 17 Juli 2025.
Ia merupakan pendaki ketiga dari mancanegara yang mengalami insiden serius di Rinjani dalam kurun waktu sebulan, yang sebelumnya pendaki asal brazil pada 20 Juni 2025 dan pendaki asal Swiss pada 16 Juli 2025.
Sebelumnya, pendaki asal Brazil dan Swiss juga mengalami kecelakaan serupa di jalur ekstrim gunung tertinggi kedua di Indonesia ini.
Tren ini membuat banyak pihak waspada dan mempertanyakan kesiapan wisatawan asing yang mencoba menaklukkan Rinjani.
Dalam kasus terbaru, STVH dilaporkan mengalami cedera serius dan tidak bisa melanjutkan pendakian. Informasi diterima oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada siang hari, lalu diteruskan ke Kantor SAR Mataram yang langsung mengirim tim dari Pos SAR Kayangan ke lokasi.
Karena lokasi korban berada di jalur curam dan jauh dari titik evakuasi darat yang mudah dijangkau, tim SAR memutuskan untuk menyiapkan evakuasi udara. Helikopter SGi Air Bali dikerahkan melalui koordinasi lintas wilayah dengan Kantor SAR Denpasar.
Tim menyuplai diri dengan perlengkapan mendaki, peralatan medis, serta alat komunikasi. Helikopter dikerahkan dari titik aman menuju lokasi di jalur ekstrem antara Pelawangan dan Danau Segara Anak.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @mountnesia, proses evakuasi berlangsung dramatis dan melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tim SAR hingga operator helikopter.
Gunung Rinjani memang menjadi destinasi populer bagi wisatawan internasional. Tapi tidak semua pendaki asing memahami tantangan yang dimiliki gunung tropis dengan cuaca cepat berubah dan jalur menanjak maupun menurun yang penuh bebatuan licin.
Banyak dari mereka terlalu percaya diri, bahkan ada yang nekat mendaki tanpa pemandu lokal atau perbekalan memadai. Akibatnya, kejadian-kejadian tragis seperti ini terus berulang.
Dengan kejadian yang berturut-turut ini, tentunya memancing reaksi dari netizen. Terbukti dalam unggahan @mountnesia telah disukai sebanyak 21 ribu likes dan berbagai komentar.
Artikel Terkait
Dari Pemetaan di Jakarta hingga Evakuasi di Tebing Terjal, Inilah Kisah Haru Agam Rinjani di Balik Tragedi Juliana Marins
Kisah Agam Rinjani Jadi Orang Kaya dalam 10 Hari, Porter Gunung Rinjani yang Sempat Viral Usai Evakuasi Juliana Marins
Summit Gunung Rinjani di Usia 62 Tahun, Rocker Atiek CB Tunjukkan Lokasi Juliana Marins Terjatuh: Seperti Nggak Ada Bottom
Usai Juliana Marins, Turis Asal Swiss Dilaporkan Terjatuh saat Turun Mendaki Gunung Rinjani, Korban Masih Bisa Diselamatkan? Begini Kondisinya
Kronologi Pendaki Swiss Jatuh di Rinjani, Ternyata Ini Alasan Tim SAR dan BTN Gunung Rinjani Pilih Evakuasi Jalur Udara