SketsaNusantara.id - Jurnalis investigasi Dandhy Laksono menyoroti harga beras yang naik di tengah stok dalam negeri yang melimpah ruah.
Ia menilai penyebab kenaikan harga beras tersebut berkaitan dengan sosok Direktur Utama Buloh, Novi Helmy.
Lewat akun X dan Instagram pribadinya, pendiri Watch Doc ini menilai anomali harga beras tersebut lantaran lembaga yang mengurus pangan diisi oleh tokoh-tokoh militer.
“Karena pangan utama kita diurus oleh orang-orang semacam ini,” cuitnya disertai unggahan foto tentang Dirut Bulog Novy Helmy yang dikabarkan kembali berkarier di TNI.
Di Instagramnya @dandhy_laksono, jurnalis bernama lengkap Dandhy Dwi Laksono ini juga mengunggah komentarnya atas postingan salah satu media di X.
“Mengapa harga beras naik saat stok berlimpah?” Tulis akun X @tempodotcom. Dandhy pun dengan santai membalas dengan akun X pribadinya @Dhandhy_Laksono.
Baca Juga: Harga Beras di Jember Naik Turun Selama Juni 2025, Beras Premium Dekati 16 Ribu per Kilo
“Karena diurus tentara?” cuitnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram @dandhy_laksono.
Tak hanya itu, Dandhy juga membagikan tangkapan layar berisi berita yang mengungkapkan deretan pejabat Bulog yang memiliki latar belakang militer.
Meski kenaikan harga beras ini diduga karena banyaknya hasil panen yang rusak dan berkutu, Dandhy bersikeras dengan pendapatnya tersebut.
“Akibat politik pencitraan ‘daya serap’. Kadar air dan kualitas gak lagi jadi perhatian,” tulisnya.
Artikel Terkait
Profil Arya Daru Pangayunan, Diplomat Kemlu yang Tewas Dililit Lakban, Lulusan HI UGM dengan Karier Mentereng
Heboh! Beredar Video Detik-Detik Terakhir Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas, Pengakuan Tersangka Wanita Kejutkan Publik: Korban Mabuk?
Hari Terakhir Pencarian, Keluarga Nelayan Asal Jember yang Hilang di Perairan Puger Optimis Tim SAR Bawa Kabar Baik
Update Kasus 6 Nelayan Jember yang Hilang di Laut Puger, Tim SAR Lakukan Pencarian Terakhir hingga Respon Keluarga
Gempa 5,4 M Guncang Barat Daya Sumatera, Terasa di Banten dan Lampung