Kamis, 4 Juni 2026

UMKM Lokal ini Tembus Program Makan Bergizi Gratis, Modalnya dari KUR BRI dan Kini Rekrut 53 Karyawan untuk Produksi Harian

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 1 Juli 2025 | 11:06 WIB
Program MBG dijalankan UMKM dengan bantuan BRI. (Dok. BRI)
Program MBG dijalankan UMKM dengan bantuan BRI. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kembali ditunjukkan melalui peran aktif dalam pemberdayaan pelaku UMKM. Kali ini, komitmen itu diwujudkan melalui dukungan akses permodalan kepada pengusaha lokal yang terlibat dalam program sosial pemerintah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu kisah sukses yang lahir dari sinergi ini datang dari Maida Desy Amnah, pemilik usaha katering “RKP” di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sejak mendirikan usaha pada 2009, Maida telah 3 kali memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk memperluas skala usahanya.

Baca Juga: Tenor Fleksibel dan Bunga Kompetitif, Loan On App BRImo BRI Jadi Andalan Baru Pencairan Limit Kartu Kredit Langsung ke Rekening

“Pembiayaan KUR BRI kami gunakan untuk menambah kapasitas dan peralatan dapur. Khusus yang ketiga, memang kami ajukan untuk memenuhi kebutuhan usaha karena modalnya cukup besar harus mengikuti standar Pemerintah,” jelas Maida.

Masuk Program MBG, Produksi Ribuan Porsi Setiap Hari

Kepercayaan yang diterima Maida sebagai mitra Program MBG bukan datang begitu saja. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi ketat dari yayasan dan pihak provinsi, dapur milik RKP dinilai layak untuk mendukung program makan bergizi di sekolah-sekolah.

Baca Juga: ToRi Coffee Asal Toraja Tembus Internasional, Ini Perjalanan UMKM yang Diangkat BRI hingga Raih Best Newcomer 2025

“Waktu itu kami memang ingin mengembangkan usaha, lalu mendaftar sebagai mitra dapur MBG. Setelah diverifikasi oleh yayasan dan pihak provinsi, Alhamdulillah dapur kami dinilai layak,” ucapnya.

Sejak bergabung dalam program, RKP dipercaya untuk menyuplai ribuan porsi makanan bergizi setiap hari kerja ke enam sekolah yang mencakup jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Total siswa penerima manfaat mencapai 3.028 orang.

“Penyalurannya tetap setiap hari ke enam sekolah tersebut, jadi kuantitasnya stabil. Untuk jadwal kerja, kami libur pada Sabtu dan Minggu,” ujar Maida.

Dampak Ekonomi: 53 Tenaga Kerja dari Warga Sekitar

Dampak keberhasilan RKP tidak hanya terasa pada lingkup usaha pribadi Maida, tapi juga merembet pada masyarakat sekitar. Seiring meningkatnya kapasitas produksi, RKP memperluas lapangan kerja dan menyerap tenaga lokal.

Sebelumnya hanya mempekerjakan 26 orang, kini Maida telah memberdayakan 53 karyawan, semuanya berasal dari warga sekitar. Mereka membantu proses produksi hingga distribusi makanan setiap harinya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X