Kamis, 4 Juni 2026

14 Warga Sipil dan Aktivis Medis Siap Laporkan Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Polisi saat Aksi MayDay ke Mabes Polri

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi, 14 warga sipil yang ditahan karena aksi MayDay 2025 siap laporkan kembali dugaan penindasan yang dilakukan oleh polri. (Freepik/freepik)
Ilustrasi, 14 warga sipil yang ditahan karena aksi MayDay 2025 siap laporkan kembali dugaan penindasan yang dilakukan oleh polri. (Freepik/freepik)

 

SketsaNusantara.id - 14 warga sipil termasuk Cho Yong Gi siap laporkan kekerasan dan pelecehan yang dilakukan oleh polisi saat aksi unjuk rasa MayDay 2025 silam.

Bersama-sama, mereka berencana berangkat ke Markas Besar Polri di Jalan Trunjoyo Jakarta pukul 13.00 WIB siang ini, 16 Juni 2025.

Kabar tersebut disampaikan oleh akun @barengwarga di X yang turut menyeru para netizen untuk ikut hadir dan mengawal aksi perlawanan tersebut sebagai dukungan moral.

Baca Juga: 4 Fakta Fadli Zon, Mantan Aktivis dan Doktor Sejarah yang Dihujat Netizen Usai Sebut Pemerkosaan Massal 1998 hanya Rumor

Aksi ini ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari negara atas penindasan yang telah dialami para warga sipil di tangan para oknum polri yang semena-mena.

Jorgiana Augustine, salah satu personil tim medis di antara 14 warga yang ditangkap itu, menegaskan bahwa dia ingin melaporkan tindak pelecehan yang dilakukan para aparat demi keselamatan perempuan-perempuan lain di masa mendatang.

“Meskipun lelah, tapi aku cuman gak mau ada perempuan lain digeret dan hendak DITELANJANGI DEPAN UMUM oleh puluhan aparat seperti yang mereka lakukan ke aku bulan lalu, bahkan ketika posisi aku adalah petugas paralegal bagi paramedis,” tegasnya lewat cuitan akun @jorgianaaa.

Baca Juga: Bonnie Triyana ke Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 1998: Ada Pak Menteri dalam Buku Sejarah Nasional Indonesia

Dikutip oleh SketsaNusantara.id, Jorgiana menekankan bahwa warga sipil lain tidak boleh lagi merasakan apa yang dia alami. Sampai saat ini, dia mengaku trauma akan kejadian tersebut masih membekas.

“Dan jujur, walaupun aku pura-pura gak trauma, tapi sampe sekarang setiap denger suara pompa air yang pitchnya kayak sirine polisi, badan langsung kerasa lagi sakitnya,” akunya.

Cuitan tersebut pun turut dibanjiri oleh dukungan dari berbagai pihak. Banyak yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Jorgiana dan teman-teman karena sudah bersikap berani.

Baca Juga: Bantah Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Template ‘Pemerkosaan Massal 1998 Adalah Fakta’ Bergema di Instagram

“Mbak, terima kasih banyak, istirahat dahulu agar pulih kembali. Doaku, agar mbak selalu dilindungi Tuhan YME, diberikan kekuatan tak terhingga, selalu sehat, banyak rezekinya yg berkah untuk melawan kemungkaran dan ketidakadilan,” tulis akun @ir_hafidz.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X