SketsaNusantara.id - 14 warga sipil termasuk Cho Yong Gi siap laporkan kekerasan dan pelecehan yang dilakukan oleh polisi saat aksi unjuk rasa MayDay 2025 silam.
Bersama-sama, mereka berencana berangkat ke Markas Besar Polri di Jalan Trunjoyo Jakarta pukul 13.00 WIB siang ini, 16 Juni 2025.
Kabar tersebut disampaikan oleh akun @barengwarga di X yang turut menyeru para netizen untuk ikut hadir dan mengawal aksi perlawanan tersebut sebagai dukungan moral.
Aksi ini ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari negara atas penindasan yang telah dialami para warga sipil di tangan para oknum polri yang semena-mena.
Jorgiana Augustine, salah satu personil tim medis di antara 14 warga yang ditangkap itu, menegaskan bahwa dia ingin melaporkan tindak pelecehan yang dilakukan para aparat demi keselamatan perempuan-perempuan lain di masa mendatang.
“Meskipun lelah, tapi aku cuman gak mau ada perempuan lain digeret dan hendak DITELANJANGI DEPAN UMUM oleh puluhan aparat seperti yang mereka lakukan ke aku bulan lalu, bahkan ketika posisi aku adalah petugas paralegal bagi paramedis,” tegasnya lewat cuitan akun @jorgianaaa.
Dikutip oleh SketsaNusantara.id, Jorgiana menekankan bahwa warga sipil lain tidak boleh lagi merasakan apa yang dia alami. Sampai saat ini, dia mengaku trauma akan kejadian tersebut masih membekas.
“Dan jujur, walaupun aku pura-pura gak trauma, tapi sampe sekarang setiap denger suara pompa air yang pitchnya kayak sirine polisi, badan langsung kerasa lagi sakitnya,” akunya.
Cuitan tersebut pun turut dibanjiri oleh dukungan dari berbagai pihak. Banyak yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Jorgiana dan teman-teman karena sudah bersikap berani.
“Mbak, terima kasih banyak, istirahat dahulu agar pulih kembali. Doaku, agar mbak selalu dilindungi Tuhan YME, diberikan kekuatan tak terhingga, selalu sehat, banyak rezekinya yg berkah untuk melawan kemungkaran dan ketidakadilan,” tulis akun @ir_hafidz.
Artikel Terkait
Kilas Balik Demonstrasi 1998 Silam, Guru Besar UI Sampaikan Pesan Mendalam atas Aksi Demo Mahasiswa Kawal Putusan MK
Paus Fransiskus Datang ke Indonesia, Netizen Ramai Ajak 'The Smiling Pope' Ikut Aksi Kamisan dan Bertemu Sumarsih, Keluarga Korban Tragedi 1998
Fedi Nuril Tagih Janji Prabowo yang Siap Mati Membela Rakyat, Desak Presiden Terpilih Ungkap Kebenaran di Balik Tragedi Penculikan Aktivis 1998
Resmi Menjadi Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra Dikritik Karena Pernyataannya Terkait Tragedi Mei 1998
Sejak 1998, Jajanan Legendaris di Bantul Yogyakarta ini Dulunya Cuma Dijual 200 Rupiah