SketsaNusantara.id - Tagar Save Raja Ampat ramai digaungkan secara sukarela di media sosial, tanpa adanya intruksi apapun, dari siapapun.
Gerbang perizinan pertambangan nikel telah dibuka oleh pemerintah, mempersilahkan alat-alat berat penguasa merusak keindahan Raja Ampat.
Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua menyebut bahwa ada empat izin usaha pertambangan (IUP) nikel yang dikeluarkan di wilayah Papua.
Tiga dari empat izin pertambangan nikel tersebut berlokasi di pulau-pulau kecil di kawasan Raja Ampat, yakni Pulau Gag, Pulau Kawe dan Pulau Manuran.
Raja Ampat bukan hanya tempat wisata. Bagi masyarakat sekitar, Raja Ampat merupakan sumber kehidupan.
Pisau tajam pertambangan nikel telah mengeruk pulau-pulau kecil, membabat hutan.
Jika terus dibiarkan, julukan 'Surga Terakhir di Dunia' mungkin akan segera melepaskan diri dari Raja Ampat. Keindahannya akan luntur.
Tak perlu menunggu sampai generasi selanjutnya, alam akan dengan cepat berubah. Sumber air mulai tercemar, kehidupan bawah laut rusak. Bahkan masyarakat setempat akan kehilangan sumber kehidupan mereka.
Dampak Perizinan Pertambangan Nikel: Kesaksian Warga Pulau Gag
Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Dilansir dari akun Tiktok @Greenpeace Indonesia, salah seorang warga yang mengaku tinggal di Pulau Gag membagikan dampak yang dirasakannya setelah dibukanya izin pertambangan nikel.
Dikatakannya bahwa air hujan yang seharusnya berwarna biru jernih, kini telah berubah warna menjadi kecoklatan akibat limbah yang ditimbulkan dari pertambangan nikel.
Artikel Terkait
Aksi Pekerja Tambang Suapi Monyet Tanpa Kedua Tangan Tuai Empati! Salfok Komentar Netizen Bikin Ngakak: Ini Kembaran Agus?
Inilah Jatah Tambang Muhammadiyah dan NU, Ada 6 Wilayah yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan
Tak Hanya NU dan Muhammadiyah, Kampus pun Diusulkan Dapat Jatah Izin Tambang, DPR: Perguruan Tinggi itu Butuh Biaya...
Firdaus Oiwobo Sesumbar Pamer Miliki Banyak Bisnis Tambang, Hotman Paris Berikan Respon Menohok...
Jejak Kerajaan Sadeng di Jember, Lumbung Pangan Majapahit yang Hilang Ditelan Tambang dan Menyisakan Kisah Mistis!