SketsaNusantara.id - Terkuaknya kasus pelecehan seksual di SMPN 3 Depok membuat kegeraman publik tak terbendung.
Bagaimana tidak, institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat siswa merasa aman, malah berbalik menjadi sarang predator seksual.
Dilansir SketsaNusantara.id dari video yang beredar di sosial media melalui akun X @Berant_takan berikut pemaparan kronologi pelecehan seksual di SMPN 3 Depok.
Korban merekam suara pembicaraan dirinya dengan pelaku yang diketahui inisial I. Dalam rekaman suara tersebut, pelaku bertanya mengenai siklus menstruasi korban.
Pelaku kemudian mengatakan, "ga tahan tau kelamaan".
Mendengar hal tersebut korban berusaha mempertanyakan kembali apa yang dimaksud oleh pelaku.
Baca Juga: Wisata Jember Dilirik Turis Asing, Komisi B DPRD Jember Dorong Pemkab Genjot Promosi
Korban pun menerangkan bahwa dirinya sempat merasa takut dan kesal. Korban terpaksa tertawa dan bersenandung untuk menutupi rasa tidak amannya.
Tanpa memerhatikan respon tidak nyaman korban, pelaku tetap melanjutkan rayuan dan niatnya mengajak korban untuk melakukan hubungan intim.
Setelah video tersebut viral di jagat maya, kepala sekolah SMPN 3 Depok pun melakukan klarifikasi dengan mengundang wartawan.
Sangat disayangkan dalam konferensi pers yang diadakan, pernyataan kepala sekolah malah menambah kegeraman publik.
Hal ini terjadi karena kepala sekolah tampak kurang cakap memberikan penjelasan yang bijak dan solutif.
Artikel Terkait
Apa Itu Kartu Nusuk? 131 Ribu Jemaah Indonesia Sudah Terima, Ini Fungsi dan Cara Melaporkan Jika Belum Dapat
Dinilai Mubazir, Pengamat Politik Menilai Isu Keterlibatan Raffi Ahmad Pada 300 Titik Program Makan Siang Bergizi Gratis
Jawab Kisruh Yono Dores dan Lesti Kejora, Ketua LMKN Indonesia Jelaskan Terkait Alur Royalti yang Benar
Gelar Wisuda, Pendidik Ini Tekankan Pesantren Sebagai Kawah Candradimuka Santri untuk Wujudkan Mimpi
Bupati Jember Gratiskan Parkir Hingga Agustus 2025, Ketua Komisi C DPRD Ardi: Ini Bagian dari Pemimpin yang Pro ke Rakyatnya