Kamis, 4 Juni 2026

Tanggapi Tagar Kabur Aja Dulu, Gus Miftah Sebut Cintai Negara Bagian Dari Iman, Netizen: Jangan Buat Dalil Sendiri!

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 5 Maret 2025 | 15:12 WIB
Gus Miftah tanggapi tagar Kabur Aja Dulu (Instagram.com/pengajiangusmiftah)
Gus Miftah tanggapi tagar Kabur Aja Dulu (Instagram.com/pengajiangusmiftah)

SketsaNusantara.id - Gus Miftah kembali tampil di layar kaca pasca polemik penghinaan kepada pedagang es teh yang terjadi beberapa waktu lalu.

Di bulan Ramadhan ini, Gus Miftah memiliki sebuah program dakwah yang tayang di stasiun televisi BTV.

Program bulan Ramadhan Gus Miftah ini bertajuk "Gema Ramadan" yang tayang setiap hari pukul 04.30 WIB.

Baca Juga: Beri Bantuan Remaja Yatim Piatu Pencuri Pisang yang Viral, Gus Miftah Justru Dianggap Pansos dan Kaitkan dengan Tragedi Es Teh Keliling

Dalam dakwahnya, Gus Miftah sempat menanggapi soal tagar Kabur Aja Dulu yang ramai beberapa waktu lalu.

Tagar ini viral setelah banyak masyarakat yang menyadari beragam kasus yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah memberikan pendapat yang berbeda dalam menyikapi tagar tersebut.

Baca Juga: Gus Miftah Akui Sulit Merubah Kebiasaan Meski Pernah Viral Gegara Hina Penjual Es Teh, Perkataannya saat Ceramah Kembali Tuai Kritik

Mantan Utusan Khusus Presiden RI bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini seakan tak setuju dengan seruan tagar tersebut.

Karena katanya, mencintai negara termasuk salah satu iman.

"Mencintai negara itu bagian dari iman. Kalau kita melihat ketidakberesan dan meninggalkan, di mana tanggung jawab kita sebagai anak bangsa?," katanya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @pengajiangusmiftah.

Baca Juga: Gara-Gara Tertawakan Sunhaji, Gus Miftah Ledek KH Usman Ali yang Kehilangan 40 Job Ceramah, Netizen: Agama Jadi Dagangan

Dikatakan Gus Miftah bahwa pembangunan bangsa juga termasuk kewajiban masyarakat, tak hanya pemerintah saja.

"Bukankan membangun bangsa ini tidak hanya kewajiban pemimpin dan pemerintah, tapi semua anak bangsa dengan kapasitas dan caranya masing-masing," ucapnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @pengajiangusmiftah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X