Tradisi makan ketupat diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah Islam di tanah Jawa.
Sunan Kalijaga menyisipkan makna mendalam melalui akronim Jawa yang sangat populer, yakni:
• Ngaku Lepat atau mengakui kesalahan
Sesuai dengan namanya, Kupat berarti Ngaku Lepat. Tradisi ini diwujudkan dalam ritual sungkeman, di mana seseorang dengan rendah hati mengakui kesalahannya di hadapan orang tua atau saudara.
• Laku Papat atau empat tindakan
Bentuk segi empat pada ketupat juga melambangkan empat tindakan yang harus dilakukan saat Idul Fitri yakni lebaran, luberan, leburan dan laburan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!