Dalam unggahan yang sama, dijelaskan pula bahwa durasi tidur masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya, jam kerja, pendidikan, serta gaya hidup digital.
Aktivitas malam hari, penggunaan gawai berlebihan, hingga jam kerja yang panjang membuat waktu istirahat semakin tergerus.
Fenomena ini menjadi kontras ketika dibandingkan dengan negara-negara seperti Selandia Baru, Belanda, dan Finlandia.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa negara-negara ini memiliki rata-rata durasi tidur di atas tujuh jam per malam, sekaligus dikenal dengan sistem kerja yang lebih seimbang dan perhatian tinggi terhadap kesehatan mental.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh sistem sosial dan kebijakan yang berlaku di suatu negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!