2. Gejala Kardiomiopati
Gejala dari penyakit kardiomiopati cukup beragam, tergantung dari tingkat keparahan.
Akan tetapi, ada beberapa gejala umum kardiomiopati yang biasa muncul seperti sesak nafas saat sedang aktif bergerak, nyeri di bagian dada, mudah lelah dan pingsan, perut kembung hingga bengkak di bagian telapak tangan, perut hingga urat pada leher.
3. Pengobatan Kardiomiopati
Seseorang dengan gejala kardiomiopati harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Umumnya, jika dokter telah memastikan kondisi tersebut adalah kardiomiopati, ada serangkaian pengobatan yang harus dijalani pasien, yakni:
- Mengonsumsi obat untuk mengatasi gejala kardiomiopati seperti antiaritmia, diuretik hingga antikoagulan.
- Melakukan operasi miektomi untuk membuang jaringan otot jantung yang abnormal. Prosedur ini juga kerap dilakukan oleh penderita hypertrophic cardiomyopathy kronis.
- Pemasangan alat pacu jantung bertujuan untuk membantu mengalirkan aliras listrik ke jantung agar denyut jantung lebih teratur.
- Transplantasi Jantung. Tindakan ini merupakan pilihan terakhir jika pengobatan lainnya tidak berjalan efektif.
4. Pencegahan Kardiomiopati
Terdapat sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindari dari penyakit kardiomiopati.