lifestyle

Kenapa Kopi Bisa Bikin Fokus Sekaligus Memicu Gangguan Kecemasan? Begini Penjelasan Ilmiah Menurut Penasihat Kesehatan Denny Kristiawan

Minggu, 30 November 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi kopi (Freepik/jigsawstocker)

Memasuki fase 30-40 menit, kafein mencapai kadar puncak plasma atau Cmax. Pada tahap ini, efek stimulasi mulai muncul.

“Efek stimulasi mulai terasa: fokus meningkat, detak jantung dan tekanan darah naik ringan, dopamin & norepinefrin meningkat,” tulisnya.

 Baca Juga: Dampak Minum Kopi saat Sahur: Bikin Melek Seharian atau Malah Membuat Puasa Jadi Tambah Berat?

Hal ini menjelaskan mengapa seseorang merasa lebih waspada tak lama setelah meneguk secangkir kopi.

Pada fase 60 menit, tubuh memasuki puncak performa kognitif dan fisik. Denny menyebutkan bahwa sistem saraf simpatik berada dalam kondisi aktif penuh, serta rasa lelah akan berkurang signifikan.

“Inilah waktu terbaik untuk workout, brainstorming, atau presentasi penting,” tambahnya.

Tahap ini menjadi alasan mengapa banyak orang memilih minum kopi sebelum bekerja, latihan olahraga, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi.

Selanjutnya, memasuki fase 1-4 jam, kopi memicu diuresis ringan atau sodium flush yang menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil.

Jika dikonsumsi lebih dari 600 ml, kopi dapat membuat tubuh kehilangan elektrolit penting seperti natrium dan kalium.

Baca Juga: Puasa Bisa Bikin Kurus atau Gemuk? Ini Fakta Ilmiah dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Denny menganjurkan untuk menambah asupan air dan sedikit garam mineral untuk membantu menjaga hidrasi.

Ia juga mengingatkan bahwa kehilangan mineral seperti magnesium dapat meningkatkan risiko kram otot dan gangguan kecemasan.

Tahap terakhir berada pada rentang 6-10 jam, ketika kadar kafein menurun hingga setengahnya atau dikenal sebagai half-life.

Namun, efeknya bisa jauh lebih lama pada individu yang sensitif atau memiliki gangguan fungsi hati.

“Hindari kopi setelah jam 2 siang jika kamu sering sulit tidur,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini