SketsaNusantara.id - Apple dikenal sebagai perusahaan yang punya filosofi produk yang sangat kuat, bahkan dalam hal sekecil opsi penyimpanan.
Salah satu keputusan paling konsisten Apple sejak peluncuran iPhone generasi pertama pada 2007 adalah tidak memberikan akses kepada pengguna untuk menggunakan kartu microSD.
Keputusan ini terkesan membatasi, namun di baliknya terdapat alasan yang cukup masuk akal dan strategis.
Baca Juga: MacBook Murah dengan Chip A18 Pro Siap Meluncur, Apple Targetkan Pasar Pelajar dan Entry-Level
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube iTechLife yang dibawakan oleh Indra Surya, setidaknya ada enam alasan utama kenapa Apple bersikukuh menggunakan sistem penyimpanan internal dan tidak menyediakan slot eksternal.
Apple ingin memastikan semua iPhone beroperasi dengan performa yang optimal. MicroSD memiliki kecepatan baca-tulis yang bervariasi tergantung merek dan kualitasnya.
Jika pengguna bebas menggunakan microSD dengan kualitas rendah, hal ini bisa menimbulkan pengalaman pengguna yang tidak konsisten, seperti lag saat membuka file besar, merekam video 4K, atau bermain gim berat.
Dengan mengandalkan internal storage, Apple bisa menjamin performa yang lebih stabil dan responsif di semua perangkatnya.
MicroSD rentan terhadap kerusakan fisik. Seringnya dicabut-pasang, salah posisi saat memasukkan, hingga kerusakan akibat benturan bisa menyebabkan data corrupt atau hilang.
Apple tampaknya tidak ingin menanggung risiko keluhan pengguna terkait hilangnya data akibat microSD yang rusak. Oleh karena itu, sejak awal mereka menghindari slot tambahan ini.
Baca Juga: Tak Disangka! Ternyata 2 Game Balap Legendaris ini Dikerjakan Developer Indonesia
Privasi menjadi isu penting bagi Apple. Dengan hanya menggunakan penyimpanan internal, Apple dapat mengenkripsi seluruh data secara langsung di chip perangkat.
Bandingkan dengan microSD yang ketika dicabut bisa dengan mudah diakses di perangkat lain. Tanpa slot microSD, risiko pencurian data akibat kehilangan kartu pun dapat diminimalisir.