Kalimasada menyarankan agar utang hanya digunakan untuk hal produktif seperti modal usaha, dan nilainya tidak melebihi 30% dari total dana likuid yang dimiliki. Hal ini untuk mencegah krisis likuiditas jika terjadi kegagalan usaha.
Dana Darurat: Pondasi Stabilitas Finansial
Dana darurat penting dimiliki, terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Di daerah metropolitan, disarankan memiliki dana darurat setara biaya hidup 6 bulan.
Sementara di kota kecil, dana darurat 2–3 bulan sudah cukup. Dana ini bisa disimpan dalam bentuk rekening tabungan, RDPU, atau obligasi negara.
Melawan Inflasi Lewat Investasi
Investasi adalah senjata utama menghadapi inflasi. Kalimasada menekankan bahwa tujuan utama investasi bukan untuk menjadi kaya, tetapi menjaga nilai uang dari inflasi.
Terdapat dua jenis investasi: berisiko rendah (obligasi, reksa dana, emas) dan berisiko tinggi (saham, aset kripto). Pemilihan jenis investasi disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.
Berbagi Setelah Merdeka Finansial
Langkah akhir dalam perjalanan menuju kemerdekaan finansial adalah berbagi. Setelah mencapai titik aman dan nyaman secara keuangan, seseorang diharapkan mampu berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada orang lain. Kalimasada percaya, semakin banyak orang merdeka finansial, semakin kuat pula ekonomi bangsa secara kolektif.
Merdeka finansial tidak terjadi dalam semalam. Ia adalah hasil dari pemahaman, tindakan nyata, dan disiplin. Mulai dari membangun saldo awal, memperluas sumber penghasilan, menghindari hutang konsumtif, hingga berinvestasi dan berbagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!