lifestyle

Gaji UMR Bukan Halangan: Langkah Nyata Menuju Kemerdekaan Finansial

Sabtu, 5 Juli 2025 | 21:30 WIB
Kalimasada, Co-Founder Akademi Crypto, saat memaparkan strategi menuju kemerdekaan finansial dalam video Kelas Pakar. (Youtube Malaka Project)

SketsaNusantara.id - Di tengah maraknya kampanye literasi keuangan, banyak yang belum menyadari bahwa pemahaman finansial saja tidak otomatis membuat seseorang merdeka secara finansial.

Dalam video Kelas Pakar terbaru, Kalimasada, Co-Founder Akademi Crypto, menegaskan bahwa strategi konkret dan implementasi disiplin jauh lebih menentukan hasil akhir daripada sekadar pengetahuan.

Realita Keuangan Masyarakat Indonesia

Dilansir SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube MALAKA, Kelas Pakar berjudul "Gaji UMR Bisa Merdeka Finansial, Kalau...", Kalimasada memaparkan bahwa meski 66% warga Indonesia telah melek literasi finansial (data OJK), hanya sedikit yang benar-benar merdeka secara finansial.

Baca Juga: Gaji UMR Jember Pasti Minder! Verrell Bramasta Makin 'Ugal-ugalan' Beri Fuji Kado Spesial

Bahkan, 98% pemilik rekening hanya memiliki saldo di bawah Rp1 juta. Ketimpangan ini diperparah oleh fakta bahwa 1% penduduk Indonesia menguasai hampir 46% kekayaan nasional (data Triquiz).

Dua Sumber Penghasilan: Utama dan Tambahan

Kalimasada menekankan pentingnya memiliki dua sumber penghasilan: penghasilan utama (main income) dan penghasilan tambahan (secondary income).

Menurut data BPS, lebih dari 15% pekerja di Indonesia memiliki pekerjaan sampingan. Soft skill seperti desain, menulis, hingga kemampuan berinvestasi dapat dijadikan sumber tambahan pemasukan.

Baca Juga: Intip Harga Souvenir Pernikahan Luna Maya dan Maxime, Setara dengan UMR Terendah di Indonesia?

Langkah Pertama: Miliki Saldo Awal Minimal Rp 10 Juta

Sebagai tahap awal, setiap individu disarankan memiliki dana likuid minimal Rp10 juta. Dana ini tidak harus disimpan di rekening konvensional; alternatif seperti bank digital, reksa dana pasar uang, atau obligasi juga bisa dipilih, asalkan bersifat likuid. Tujuannya bukan hanya untuk kesiapan darurat, melainkan juga sebagai simbol kestabilan dan kepercayaan diri secara finansial.

Hindari Hutang Konsumtif, Fokus pada Utang Produktif

Banyak generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, terjebak dalam hutang konsumtif. Data OJK menyebutkan bahwa 68,5% dari mereka berhutang untuk hal konsumtif dan 40% mengalami gagal bayar.

Halaman:

Tags

Terkini