Asupan Kreatin dari Makanan
Kreatin secara alami bisa diperoleh dari makanan seperti daging merah. Namun, untuk mendapatkan 5 gram kreatin dari makanan, dibutuhkan konsumsi daging dalam jumlah besar, yang tidak efisien secara biaya dan asupan kalori.
Karena itu, banyak orang memilih mengonsumsi kreatin dalam bentuk suplemen.
Meski begitu, dr. Tirta tetap mengingatkan bahwa suplemen hanya bersifat pelengkap. Nutrisi utama harus tetap berasal dari pola makan yang seimbang dan sesuai kebutuhan.
Dalam penutup penjelasannya, dr. Tirta menegaskan bahwa kreatin bukanlah racun atau penyebab gagal ginjal secara langsung.
Justru, bila digunakan dengan bijak, kreatin bisa membantu banyak orang dalam mencapai performa fisik optimal.
Namun, penting untuk mempertimbangkan kondisi medis, terutama hipertensi dan gangguan ginjal, sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen ini.
Ia menyarankan agar individu dengan riwayat penyakit serius selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kreatin atau suplemen apapun.
“Kalau kalian masih muda dan sehat, tidak ada gangguan ginjal atau darah tinggi, kreatin aman-aman saja,” ujarnya.
Bagi masyarakat umum, edukasi seperti ini penting agar tidak mudah termakan mitos atau asumsi keliru. Kreatin bisa menjadi bermanfaat, tapi hanya bila digunakan dengan pemahaman dan tanggung jawab.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!