lifestyle

Ngeri! Bocah 3 Tahun di Jember Dioperasi Karena Usus Dipenuhi Cacing, Para Ahli Kesehatan Beberkan Penyebab dan Cara Pencegahannya

Senin, 14 April 2025 | 12:14 WIB
Foto hasil CT Scan balita bocah 3 tahun di Jember yang ususnya dipenuhi cacing hingga harus dioperasi di RSUD dr. Soebandi, apa penyababnya? (Instagram/infojember)

Dalam prosedur operasi, ditemukan tiga titik sumbatan dalam usus kecil balita yang seluruhnya disebabkan oleh tumpukan cacing hidup.

Tim medis membuka usus bocah tersebut dan mengeluarkan puluhan cacing dari dalam tubuhnya agar pencernaannya bisa kembali normal.

Setelah operasi dan menjalani perawatan intensif, kondisi sang anak berangsur membaik dan kondisinya sehat setelah dipulangkan dari RSD dr. Soebandi.

Baca Juga: Pasien di RSD dr Soebandi Tak Bisa Pulang Terkendala Data BPJS, Anggota DPRD Jember Turun Tangan

Kasus ini jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Tak sedikit yang menanyakan apa penyebab dan menjadi pemicu bersarangnya cacing hingga mengakibatkan penyumbatan di usus.

Menanggapi hal ini, Direktur RSD dr Soebandi menuturkan bahwa balita tersebut memiliki riwayat bermain di sungai tanpa alas kaki, jarang mencuci tangan, serta sering memungut sampah dan minum air dari sumber yang tidak bersih.

Kebiasaan ini meningkatkan risiko infeksi cacing, yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.

Infeksi cacing Ascaris biasanya terjadi akibat masuknya telur cacing ke dalam tubuh melalui makanan, air, atau kuku pada tangan yang terkontaminasi tanah kotor.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Program Layanan Kesehatan Gratis Diluncurkan Pemkab Jember, Gus Fawait: Masyarakat Bisa Berobat di Seluruh Faskes di Indonesia

Telur cacing kemudian menetas di dalam usus dan tumbuh menjadi cacing dewasa, yang bisa menyebabkan penyumbatan, malnutrisi, dan komplikasi serius lainnya.

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan terutama dalam pengawasan lingkungan bermain anak.

Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan tangan, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Anak-anak juga harus diawasi agar tidak bermain di lingkungan yang kotor tanpa alas kaki.

Direktur RSD dr Soebandi Jember juga menyarankan pemberian obat cacing secara berkala setiap enam bulan sekali.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah infeksi cacing, terutama pada anak-anak usia sekolah dan balita yang kerap bermain di luar ruangan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini

Halaman:

Tags

Terkini