SketsaNusantara.id - Makanan yang dibakar sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gorengan.
Banyak yang beranggapan bahwa menu makanan yang dimasak dengan dibakar seperti sate, ayam bakar atau ikan bakar lebih sehat apalagi memiliki cita rasa yang khas.
Namun, di balik cita rasanya yang enak, terdapat potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah peningkatan risiko kanker usus.
Lantas, benarkah mengonsumsi makanan yang dibakar dapat meningkatkan risiko kanker? Apakah makanan yang dibakar lebih sehat daripada makanan yang digoreng?
Faktanya, dalam sebuah jurnal penelitian disebutkan bahwa baik makanan yang digoreng maupun dibakar, sama-sama memiliki resiko yang tak baik untuk kesehatan.
Makanan digoreng bisa meningkatkan kolesterol dalam darah, sementara makanan yang dibakar juga dapat merusak kandungan protein dalam daging.
Saat makanan atau daging yang dimasak dengan cara dibakar pada suhu tinggi, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan senyawa berbahaya bersifat karsinogenik yang dapat memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.
Hal ini juga pernah dibahas dokter Tirta. Melalui akun Instagramnya, dokter sekaligus influencer yang kerap membagikan tips hidup sehat ini, juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang dibakar hingga gosong dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
Ia mengingatkan untuk tidak memakan terutama pada bagian yang gosong dan berwarna hitam akibat pembakaran karena mengandung karbon yang bersifat karsinogenik.
"Kalau kamu suka bakar-bakaran sebenarnya gak masalah asal jangan makan bagian gosong-gosong, itu karsinogenik," tuturnya dalam video yang diunggah di Instagram @dr.tirta sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada hari Sabtu, 5 April 2025.