SketsaNusantara.id - Nasi merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia yang dikonsumsi tiap hari.
Biasanya, nasi dihidangkan dalam keadaan hangat ditambah dengan sayur dan lauk pauk serta kombinasi buah-buahan untuk mencukupi asupan gizi sehari-hari.
Namun, belakangan ini beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa nasi putih yang dikonsumsi dalam keadaan panas atau hangat ternyata dinilai tidak sehat.
Seperti postingan akun Instagram @tipsdietampuh, disebutkan bahwa nasi panas memiliki kadar gula yang lebih tinggi (Indeks Glemik tinggi) dibandingkan nasi dingin.
Selain itu, nasi panas memiliki kandungan air yang lebih tinggi, sehingga molekul tepungnya dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat.
Hal ini meningkatkan resiko terkena diabetes sehingga nasi panas dinilai tak sehat untuk dikonsumsi.
Agar nasi putih tidak cepat menaikkan gula darah, maka biasanya beras direndam beberapa jam sebelum dimasak, atau mendinginkan nasi setelah dimasak sehingga kadar gulanya lebih rendah.
Ada pula cara lain yakni dengan menyimpan nasi panas ke dalam wadah dan didinginkan daam kulkas, lalu dihangatkan kembali ketika akan dikonsumi.
Cara ini cukup banyak disarankan influencer sebagai tips sehat agar bisa makan nasi meski sedang melakukan program diet, termasuk menjaga berat badan saat Ramadhan hingga setelah Lebaran.
Lantas, benarkah nasi dingin lebih sehat dibandingkan nasi panas? Hal ini sebelumnya telah diluruskan oleh dokter Dion Haryadi.
Melalui akun Instagramnya, dokter Dion Haryadi yang dikenal sebagai ahli dalam bidang nutrisi dan kerap berbagi informasi seputar diet meluruskan informasi dan menjelaskan bahwa nasi putih panas dengan dingin sebetulnya tak jauh berbeda.