Para dokter dan psikolog memberi peringatan, bahwa di usia anak-anak sampai remaja yang tak bersama sang ibu akan mengalami gangguan mental dan emosi.
Menurut pernyataan National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, trauma dari masa kecil ini sangat rentan memicu perasaan ingin bunuh diri suatu saat nanti.
Hal ini lantaran peran orangtua sangat penting dalam tumbuh kembang anak di awal kehidupan, dimana otak tengah berkembang pesat serta keseluruhan pengalaman akan terekam didalamnya.
Selain itu, anak-anak migran yang pada umumnya terpisah dari orangtuanya berisiko tinggi mengalami stres akut dan gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder atau PTSD).
Ibaratnya, orang dewasa punya peran untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka bahwa kehidupan tidak hanya hitam dan putih, namun juga ada abu-abu.
Anak-anak yang tidak memiliki pengalaman akan menganggap dunia bukan tempat yang aman, karena dipisahkan secara paksa dari orang tua mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!