Minggu, 19 Juli 2026

Apa itu Culture Shock? Inilah yang Dialami Happy Salma Usai Menikah dengan Keturunan Bangsawan Bali, Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Desember 2024 | 19:30 WIB
Potret Happy Salma yang hidup bahagia dengan keluarga kecilnya di Bali meski awalnya sempat mengalami culture shock usai menikah dengan suami (Instagram/happysalma)
Potret Happy Salma yang hidup bahagia dengan keluarga kecilnya di Bali meski awalnya sempat mengalami culture shock usai menikah dengan suami (Instagram/happysalma)

SketsaNusantara.id - Aktris Happy Salma, belum lama ini mengungkapkan pengalamannya mengalami culture shock setelah menikah dengan Tjok Bagus Dwi Santana Kerthyasa, atau yang akrab disapa Tjok Gus.

Suaminya ternyata keturunan bangsawan Bali berdarah blasteran Australia yang membuat Happy Salma terkejut karena adanya perbedaan budaya yang dijalaninya saat menjalani peosesi pernikahan.

Dalam acara Rumpi Gosip, bintang film "5 cm" itu menceritakan bagaimana dirinya baru mengetahui bahwa sang suami berasal dari keluarga bangsawan Bali, hingga membuatnya menyandang gelar "jero atau Jro" yang menunjukkan status sosialnya sebagai bagian dari keluarga kerajaan Bali.

Baca Juga: Pro Kontra Polemik Kenaikan PPN 12 Persen, Fedi Nuril Sindir Buzzer yang Ramaikan Tagar PPN Memperkuat Ekonomi

Lantas, apa itu Culture Shock? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan berbagai sumber berikut pengertian culture shock, benarkah berdampak pada kesehatan mental seseorang?

Culture shock merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang yang terkejut, kebingungan atau disorientasi bahkan gelisah yang dialami seseorang saat berhadapan dengan budaya dari daerah lain sangat berbeda dari budaya tanah kelahirannya.

Perasaan ini sering kali terjadi ketika seseorang tinggal di tempat yang memiliki sistem nilai, tradisi, dan kebiasaan yang bertentangan dengan yang dia kenal sebelumnya.

Baca Juga: So Sweet! Lyodra Lakukan Hal Tak Terduga di Atas Panggung Pada Randy Martin Sampai Tersipu, Netizen Auto Salting

Culture shock ternyata dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Ketika seseorang menghadapi perbedaan budaya yang signifikan, terkadang berbagai respon muncul seperti perasaan kebingungan, hingga stres.

Proses beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan asing bisa membuat seseorang merasa terisolasi atau bahkan frustasi.

Reaksi ini bisa disertai dengan gejala seperti kecemasan, depresi, atau gangguan tidur, yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.

Baca Juga: 4 Potret Kedekatan Gisella Anastasia dan Jessica Iskandar, Sama-Sama Dijuluki Hot Mama hingga Rayakan Natal Bersama

Culture shock biasanya terjadi dalam beberapa tahap, mulai dari perasaan antusias hingga kesulitan beradaptasi, dan pada tahap yang lebih ekstrem, seseorang mungkin merasa kesepian atau tidak diterima di lingkungan barunya. Hal ini dapat memengaruhi harga diri dan perasaan kontrol terhadap situasi, yang memicu stres.

Namun, meskipun culture shock bisa memengaruhi kesehatan mental, proses adaptasi dan pemahaman terhadap budaya baru dapat membantu individu mengurangi dampak negatifnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: unair.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X