lifestyle

Mengenal Hipotermia, Kondisi yang Sering Dialami Pendaki saat Naik Gunung, Penyebab, Gejala hingga Bahayanya

Senin, 3 Maret 2025 | 06:04 WIB
Ilustrasi pendaki yang mengalami Hipotermia saat naik gunung (Freepik)

 

SketsaNusantara.id - Sejumlah pendaki yang naik ke Puncak Carstensz pada 28 Februari 2025 mengalami hipotermia.

5 Pendaki asal Indonesia tersebut mengalami Hipotermia dalam perjalanan turun setelah melakukan summit.

Dua di antaranya bahkan meninggal dunia usai mengalami Hipoteremia di Teras 2 Puncak Carstensz.

Baca Juga: 6 Fakta Pendaki yang Tewas di Puncak Carstensz karena Hipotermia, Mendaki Gunung Sejak SMA hingga Dijuluki Hiking Queen

Hipotermia merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami para pendaki saat naik ke puncak gunung.

Kondisi ini bahkan menjadi salah satu penyebab kematian di gunung selain cedera berat hingga efek Death Zone.

Meski sering dialami para pendaki yang sedang naik gunung, namun Hipotermia bisa terjadi di mana saja.

Baca Juga: 4 Fakta Pendakian Fiersa Besari ke Puncak Carstensz di Pegunungan Papua, Sempat Gagal 2 Kali saat Ekspedisi Atap Negeri

Dikutip dari situs resmi Rumah Sakit Siloam, Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh mengalami penurunan secara drastis di bawah 35 derajat celcius.

Saat mengalami Hipotermia, tubuh kehilangan panas lebih cepat dari pada kemampuannya menghasilkan panas.

Akibatnya, suhu tubuh menjadi sangat rendah hingga jauh di bawah suhu tubuh normal (37 derajat celcius).

Baca Juga: 5 Fakta Puncak Carstensz Pyramid Papua: Tempat 2 Pendaki Rombongan Fiersa Besari Meninggal hingga Jadi 7 Puncak Tertinggi Dunia

Hipotermia merupakan kondisi darurat medis karena saat suhu tubuh turun, jantung, sistem syaraf dan organ lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik.

Halaman:

Tags

Terkini