Sabtu, 18 Juli 2026

Gading Marten Hadiahkan Handphone Saat Gempi Berusia 10 Tahun, Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Memiliki Ponsel? Begini Penjelasan Psikolog

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 19 Januari 2025 | 08:00 WIB
Potret Gempi yang akhirnya punya handphone sendiri, kado ulang tahun dari Gading dan Gisel setelah menginjak usia 10 tahun. (Instagram/gadiiing)
Potret Gempi yang akhirnya punya handphone sendiri, kado ulang tahun dari Gading dan Gisel setelah menginjak usia 10 tahun. (Instagram/gadiiing)

Mengutip dari Psychology Today, anak-anak di usia tersebut sedikit lebih dewasa sehingga bisa dipercaya memiliki ponsel sendiri.

Secara umum, anak-anak usia praremaja juga memiliki lebih banyak kegiatan ekstrakurikuler dan bersosialisasi yang membuat ponsel menjadi barang berguna dalam kebutuhan sehari-harinya.

Sementara itu, keputusan Gading Marten dan Gisel memberikan ponsel pada Gempi di usia 10 tahun juga tak ada yang salah.

Sejumlah psikolog juga mengungkapkan bahwa usia 10 tahun bisa menjadi usia pemula yang baik untuk anak mulai memiliki ponsel, asalkan penggunaannya diawasi dengan ketat.

Hal ini pun dilakukan Gading dengan memberikan perjanjian yang dtandatangani oleh Gempi.

Dalam postingan di Instagramnya, Gading menunjukkan rules atau peraturan yang harus ditaati Gempi setelah menerima smartphone pertamanya.

Disebutkan bahwa Gempi harus menggunakan handphone untuk chat wan telepon mama dan papanya di hari biasa (senin-jumat).

Sedangkan saat weekend, Gempi diberi kebebasan menggunakan handphone untuk chat dengan teman, nonton video hingga main game.

"Akhirnya dia dapat ponsel pertamanya. Nunggunya lama, padahal temen-temennya udah pada punya (handphone) tapi mama dan papa baru kasih di umur 10 tahun, you deserve it, pakai dan dijaga baik-baik ya," ungkap Gading Marten.

"Akhirnya 10 tahun yang diidam-idamkan datang ya, bersyukur luar biasa. Awalnya kesepakatan 13 tahun (batu dikasih HP) tapi dikorting karena berkelakuan baik. Sekarang punya tanggung jawab dan dia pelan-pelan mau belajar mandiri, gak kerasa sebentar lagi anak Mama mau remaja," imbuh Gisel.

Dengan demikian, Gading dan Gisel mulai mengajarkan Gempi untuk belajar bertanggung jawab sekaligus melatih anak untuk mampu mengendalikan keinginan mereka dan mengajari cara memakai ponsel dengan bijak sesuai kebutuhan.

Psikolog juga mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti kecanduan game, paparan konten negatif, atau interaksi dengan orang asing di dunia maya yang tetap harus diutamakan pada anak setelah diberikan ponsel.

Tindakan tegas juga perlu dilakukan jika sang anak melanggar kesepakatan, seperti menyita handphone untuk sementara jika terlalu lama main game, atau anak terlalu fokus pada hape yang mengesampingkan kegiatan belajar di rumah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X