Sebuah studi di Albany, New York menyebut adanya lonjakan signifikan polusi udara setelah pesta kembang api. Konsentrasi polutan PM di udara bisa 8 kali lebih tinggi dari biasanya usai pertunjukan kembang api tepat setelah perayaan malam tahun baru.
Banyaknya kembang api yang dinyalakan saat perayaan malam tahun baru dengan kondisi angin menyebabkan polutan yang mengandung bahan kimia berbahaya akan bertahan di udara selama 5 jam selama pertunjukkan kembang api.
Dampak pada lingkungan tidak kalah mengkhawatirkan. Debu kimia dari kembang api mencemari tanah dan perairan, merusak ekosistem lokal.
Mengutip dari situs Earth.org, logam berat yang digunakan sebagai pewarna dalam kembang api yang kemudian ikut tersebar ke atmosfer setelah pembakaran kembang api dapat mencemari air dan membahayakan kehidupan ikan serta organisme lainnya.
Efek jangka panjang juga terasa pada hewan. Suara keras dan kilatan cahaya dapat menyebabkan stres pada burung dan mamalia kecil.
Banyak hewan meninggalkan habitat alaminya akibat gangguan ini. Studi tahun 2010 bahkan menunjukkan bahwa risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat hingga 125,11% selama periode tertentu karena paparan polutan kembang api.
Tak heran jika konsekuensi kesehatan juga tercermin dalam lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan yang mengunjungi rumah sakit usai pertunjukan kembang api pada malam perayaan tahun baru.
Individu dengan kondisi kesehatan tertentu menjadi sangat rentan terhadap kualitas udara buruk yang dihasilkan oleh kembang api.
Selain dampak langsung, partikel polutan dari kembang api dapat terbawa angin ke wilayah lain, menyebabkan penurunan kualitas udara secara global.
Hal ini menjadikan kembang api bukan hanya masalah lokal tetapi juga isu global karena dampak polusi udara yang sangat besar sehingga membutuhkan perhatian serius.
Alternatif lebih ramah lingkungan, seperti pertunjukan laser atau proyeksi cahaya, dapat menjadi solusi untuk merayakan momen spesial tanpa merusak lingkungan.
Dengan memilih opsi ini, kita dapat melestarikan planet ini sekaligus tetap menikmati keindahan perayaan.
Kini, saatnya kita merenungkan dampak dari keputusan merayakan dengan kembang api. Apakah keindahan sesaat layak untuk mengorbankan keberlanjutan bumi? tindakan yang lebih bijak penting dilakukan demi mewujudkan keadaan Bumi di masa depan yang lebih sehat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
10 Kalimat Motivasi Tahun Baru 2025 dalam Bahasa Jawa Lengkap dengan Arti, Jadikan Resolusi Luar Biasa
Sugeng Warsa Enggal! 10 Ucapan Tahun Baru 2025 dalam Bahasa Jawa Lengkap dengan Arti
3 Surga Wisata di Lumajang yang Tak Terlupakan, Wajib Dikunjungi saat Liburan Tahun Baru 2025
3 Amalan untuk Memulai Tahun Baru 2025 agar Menjadi Muslim yang Lebih Berkualitas
10 Link Twibbon Spesial Malam Tahun Baru 2025 Terbaru, Rayakan Secara Meriah dengan Membagikan di Media Sosial