1. Mengenali kemarahan mereka.
2. Menjelaskan arti emosi yang dirasakan.
3. Menerimanya.
4. Melepaskannya atau mengekspresikannya dengan aman.
5. Membangun keterampilan dalam mengatasi atau mencari solusi alias problem solving.
Contohnya adalah membantu anak memberi nama pada emosinya. Misalnya, ketika anak marah karena mainanya diambil, ucapkan kalimat berikut:
“Kamu marah karena mainanmu diambil, ya?”
Dengan memahami apa yang mereka rasakan, anak lebih mudah mengelola perasaannya.
Setelah itu, bantu mereka menemukan cara sehat untuk meluapkan emosi. Contohnya, menggambar, bernyanyi, atau sekadar berbicara. Hindari meminta mereka langsung berhenti menangis atau marah.
Orang tua punya peran sangat besar dalam membentuk masa depan anak. Jadi, mulailah dari sekarang.
Dengarkan emosi mereka, ajari cara menghadapinya, dan jadilah pendukung utama dalam perjalanan hidup mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dibuat Geram! Warga Jakarta Barat Geruduk Pedagang Mainan Diduga Pakai Modus Video Dewasa, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan Anak-Anak?
Bisa Jatuhkan Mental Anak, Aisah Dahlan Ingatkan Jangan Pernah Katakan ini ke Mereka
Bisa Bikin Anak Trauma? Ini Tanggapan Psikolog soal dari Video Viral Ibu di Gorontalo yang Bawa Putranya ke Polisi Akibat Suka Melawan Orang Tua
5 Tips agar Anak Belajar Mandiri, Jarang Diketahui Orang Tua tapi Sangat Vital untuk Tumbuh Kembang Optimal
Jangan Dipaksa! Inilah 5 Cara Cerdas agar Anak Perempuan Mau Pakai Hijab, Orang Tua Wajib Kasih Contoh