"Jadi, bagaimana jika mau menegur suami? Cuma berdua saja. Itu pun ngomongnya to the point saja," lanjutnya.
Namun, yang paling penting adalah adanya kesepakatan atau perjanjian terkait durasi waktu dan jangan sampai dia tersinggung karena ini adalah teguran dari hati ke hati.
"Harus dengan perjanjian, misalnya dia tersinggung," kata Aisah Dahlan.
Teguran biasanya akan manjur jika cuma disampaikan secara singkat dan to the point.
Tak usah berlama-lama waktu ngobrolnya, bisa sekitar 15 atau 30 menit, tergantung kebutuhan.
"Tidak usah panjang-panjang, lalu biarkan dia merenung," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Selain Rasanya Enak dan Segar, Ternyata Minuman Dawet Mempunyai Filosofi yang Unik, Termasuk Disajikan saat Pernikahan?
Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono
Jangan Dipakai ke Pernikahan! Inilah Motif Batik Tertua Peninggalan Mataram, Dulu hanya Boleh Dipakai Keluarga Kerajaan
Rahasia agar Pernikahan Langgeng, Ustadz Salim A Fillah Ungkap Kekuatan Luar Biasa bagi Suami dan Istri