Kamis, 4 Juni 2026

7 Rekomendasi Novel Tema Perjuangan untuk Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79, 2 di Antaranya Karya Pengarang Legendaris

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 07:30 WIB
Ilustrasi - Novel tema perjuangan yang cocok dibaca memperingati hari kemerdekaan. (Pixabay/ Pexels.)
Ilustrasi - Novel tema perjuangan yang cocok dibaca memperingati hari kemerdekaan. (Pixabay/ Pexels.)

Novel ini merupakan bagian ketiga dari Tetralogi Buru dari kisah Minke pada novel “Bumi Manusia”.
Dalam novel ini, diceritakan bahwa seorang polisi ditugaskan untuk mengamankan Minke.

Sosok polisi yang bertugas membungkam Minke ini tak lain merupakan pribumi yang kagum akan sosok Minke.

Kekagumannya terhadap Minke ini membuatnya dilema, lantaran ia harus menjalankan tugasnya yang saat itu merupakan anggota polisi Hindia-Belanda.

Baca Juga: 3 Lomba Edukatif Memperingati HUT RI 17 Agustus 2024 ke-79, Bisa Dicoba di Sekolah atau RT dan RW

4. Anak Semua Bangsa oleh Pramoedya Ananta Toer

 Bagian ketiga dari Tetralogi Buru ini memperlihatkan perjalanan Minke dalam menghadapi tantangan politik dan sosial yang semakin kompleks.

Dengan latar belakang pergolakan politik dan pergerakan kemerdekaan, cerita ini memberikan pandangan mendalam tentang situasi politik Indonesia menjelang kemerdekaan.

5. Tanah Surga Merah oleh Arafat Nur

Novel ini bercerita tentang Murad, seorang mantan tentara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan mantan anggota Partai Merah.

Ketika ia pulang ke kampung halamannya setelah melarikan diri selama sekitar 5 tahun, Murad menghadapi kenyataan yang sulit diterimanya sepenuhnya.

Tanah Surga Merah mengisahkan gejolak politik lokal yang berlatar belakang konflik politik di Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Baca Juga: 10 Ide Lomba Tradisional untuk HUT Kemerdekaan ke-79 RI, Seru dan Melatih Kekompakan, Cocok bagi Segala Usia

6.Max Havelaar oleh Multatuli

Memiliki nama Eduard Douwes Dekker, Multatuli mengisahkan kekejaman sistem tanam paksa yang menyebabkan ribuan pribumi kelaparan, miskin dan menderita.

Novel Max Havelaar pertama kali diterbitkan pada tahun 1860 dalam bahasa Belanda dengan judul "Max Havelaar, of de koffij-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij," yang berarti "Max Havelaar, atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda."

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X