Kamis, 4 Juni 2026

Waspada Bintik Hitam di Botol Minum, Dokter Ungkap Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur yang Berbahaya

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Maret 2026 | 19:00 WIB
Bintik hitam pada botol minum ternyata bisa menjadi koloni bakteri dan jamur yang terbentuk dari lapisan biofilm. (X/ AymanAlatas )
Bintik hitam pada botol minum ternyata bisa menjadi koloni bakteri dan jamur yang terbentuk dari lapisan biofilm. (X/ AymanAlatas )

Baca Juga: Takut Haus selama Puasa Ramadhan? Cobain Resep Minuman Sekanjabin dari Iran, Dokter Zaidul Akbar: Manfaatnya Banyak

Ia menjelaskan bahwa biofilm merupakan lapisan lendir lengket yang berfungsi sebagai fondasi rumah.

Setelah lapisan biofilm terbentuk, jamur kemudian dapat berkembang di atasnya. Kombinasi antara bakteri dan jamur inilah yang akhirnya membentuk bintik-bintik hitam yang sering terlihat pada permukaan botol.

Menurut dr. Ayman Alatas, jamur datang menempel di atas lendir tersebut hingga tumbuh dewasa dan membentuk bintik-bintik hitam.

Banyak orang menganggap bahwa membilas botol minum dengan air sudah cukup untuk membersihkannya. Namun, menurut penjelasan dr. Ayman Alatas, metode tersebut tidak efektif untuk menghilangkan biofilm yang sudah terbentuk.

Baca Juga: Jangan Salah! Ini Manfaat Minum Air Putih saat Sahur dan Buka Puasa yang Sering Diremehkan

Ia mengingatkan bahwa hanya membilas botol tanpa menyikatnya justru dapat membuat koloni mikroorganisme tetap bertahan.

“Jika hanya membilasnya tanpa menyikat secara manual, kalian hanya membuang jamurnya saja sementara ‘semen’ atau benteng bakterinya tetap menempel kuat,” ungkapnya.

Lapisan biofilm yang terbentuk dari bakteri memiliki struktur yang kuat dan sulit dihilangkan tanpa pembersihan mekanis.

Karena itu, meskipun terlihat bersih secara kasat mata, botol minum yang tidak dibersihkan dengan benar masih bisa menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Keberadaan bakteri dan jamur di botol minum tentu tidak boleh dianggap remeh. Jika botol yang terkontaminasi digunakan secara terus-menerus, mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui air minum.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Baca Juga: Jamur Selo Bukan Sekadar Lumut: Dari Sawah hingga Dapur Desa, Inilah Tanda Alam Masih Sehat dan Dijaga dengan Bijak!

Dr. Ayman Alatas bahkan mengingatkan bahwa koloni mikroorganisme tersebut dapat kembali berkembang dengan cepat jika tidak dibersihkan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan bahwa bakteri dapat menumbuhkan koloni hitam baru hanya dalam hitungan jam.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @AymanAlatas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X