Minggu, 19 Juli 2026

Rahasia di Balik Sunnah, Mengapa Rasulullah SAW Memakan Kurma dalam Jumlah Ganjil?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi kurma ganjil  (X @Tanyrlfes)
Ilustrasi kurma ganjil (X @Tanyrlfes)

SketsaNusantara.id – Mengonsumsi kurma merupakan salah satu kebiasaan utama Rasulullah SAW, terutama saat berbuka puasa atau mengawali hari di waktu pagi. 

Namun, ada satu detail spesifik yang selalu dijaga oleh beliau, yakni memakannya dalam jumlah ganjil, seperti satu, tiga, lima, atau tujuh butir.

Namun ternyata, tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tanpa makna, melainkan mengandung dimensi spiritual yang dalam dan menyimpan rahasia kesehatan yang mulai terungkap oleh sains modern.

Baca Juga: Herjunot Ali Sumringah Akhinya Bisa Berbuka Puasa Tanpa Drama Saus Kacang, Wajah Glowing Awet Muda hingga 'Kurma Seharga Mobil' Ramai Jadi Sorotan

Alasan paling mendasar dari sisi syariat adalah kecintaan Allah SWT terhadap bilangan ganjil.

Seperti dikutip dari kanal YouTube pemudatasawuf, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu ganjil (Esa) dan Dia menyukai yang ganjil." (HR. Muslim).

Baca Juga: Bukan Sembarang Sunah! Makan 3 Butir Kurma saat Sahur dan Buktikan Sendiri 4 Manfaat Dahsyat Selama Puasa Ramadhan

Dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil, seorang muslim sedang menjalankan sunnah sekaligus berzikir secara amal perbuatan untuk mengagungkan keesaan Allah. 

Hal ini juga menjadi pembeda antara seorang mukmin yang makan dengan adab dan niat ibadah, dengan mereka yang makan hanya sekadar memenuhi nafsu makan.

Rasulullah SAW secara spesifik menyebutkan angka tujuh untuk jenis kurma tertentu. Beliau bersabda:

"Barangsiapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari, maka waktu hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Asal-usul Sahur yang Ternyata dari Seorang Buruh Kurma di Zaman Rasulullah SAW

Secara medis, angka tujuh dianggap sebagai jumlah optimal untuk mencukupi kebutuhan serat, kalium, dan magnesium harian tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan bagi orang sehat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube pemudatasawuf

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X